Selamat datang di Mahasiswa News - Portal Berita & Aspirasi Kreativitas Kampus Terdepan
Mahasiswa News
Media Aspirasi & Kreativitas Kampus
🌤️
--° Memuat cuaca...

Kanal & Sub Kanal

Beranda Utama
Kabar Kampus

Mahasiswa Universitas Pekalongan Ikut Terlibat Dalam Kegiatan “40 Days War of Silent Killer” di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang

Penulis: Sabrina Putri Aulia, Ninu Nuraini, Dyah Fauziah Fitriyani, Andintya Agustin
Editor: Redaksi✓
Waktu Publikasi: 01 Nov 2026, 21:12:40 WIB
Dokumentasi Foto kegiatan (Sumber: Dock Pribadi)
Dokumentasi Foto kegiatan (Sumber: Dock Pribadi)

Mahasiswa News - “Silent killer” adalah sebutan bagi penyakit yang sering tidak menimbulkan gejala di tahap awal, tetapi dapat berujung pada komplikasi serius bila terlambat diketahui. Hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung termasuk dalam kelompok ini. Upaya mendeteksinya sudah beberapa kali dijalankan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Pada Agustus 2026, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ASN dan masyarakat dibuka dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.

Selama sebulan pertama program berjalan, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Pekalongan membantu petugas Dinas Kesehatan melayani peserta. Sasaran kegiatan ini adalah pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Batang diikuti pegawai dan staff Puskesmas di Kabupaten Batang.

Mahasiswa Universitas Pekalongan Ikut Terlibat Dalam Kegiatan “40 Days War of Silent Killer” di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang

Dokumentasi Foto kegiatan (Sumber: Dock Pribadi)

Rangkaian kegiatan dilaksanakan di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Batang meliputi pendaftaran peserta, pengukuran tekanan darah, pengambilan sampel darah, konsultasi gizi, pemeriksaan gula darah dan kolesterol, skrining mandiri. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa magang bertugas membantu pengukuran analisis Body Fat peserta, dokumentasi dan editing video kegiatan.

Keterlibatan ini memberi mahasiswa pengalaman menyaksikan langsung bagaimana program kesehatan disiapkan dan dijalankan oleh instansi pemerintah daerah. Mereka juga berlatih berkomunikasi dengan peserta dan bekerja sama dengan tenaga kesehatan. Program ini diharapkan menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan sebelum keluhan muncul.

Program 40 Days War of Silent Killer juga dijadikan ajang perlombaan di Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, salah satunya untuk menjadikan semangat bagi seluruh peserta Silent Killer untuk tetap menjaga pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat. Silent Killer sendiri dibagi menjadi 2 season. Season pertama dijalankan selama 17 hari.

Mahasiswa Universitas Pekalongan Ikut Terlibat Dalam Kegiatan “40 Days War of Silent Killer” di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang

Dokumentasi Foto kegiatan (Sumber: Dock Pribadi)

Foto diatas merupakan kegiatan podcast dari pemenang Silent Killer season pertama. Mahasiswa disini berperan membantu berjalannya podcast tersebut. Dalam podcast tersebut membahas awal mula adanya Program Silent Killer, bagaimana menjalani Program Silent Killer yang benar, dan pentingnya Program Silent Killer untuk mencegah terjadinya penyakit seperti, diabetes mellitus, hipertensi, obesitas, dan masih banyak penyekit tidak menular lainnya. Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam program ini memberi manfaat nyata di luar bangku kuliah. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu kesehatan masyarakat secara langsung, mulai dari membantu melayani peserta hingga pengukuran analisis Body Fat peserta. Mahasiswa juga mengasah keterampilan komunikasi dan kerja sama tim melalui interaksi dengan peserta dan tenaga kesehatan, serta kemampuan dokumentasi, penyuntingan video, dan pendampingan produksi konten edukasi seperti podcast.

Melalui program ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang berharap program ini dapat mendorong para pegawai Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Kabupaten Batang untuk semakin peduli terhadap kesehatan diri sendiri sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya. Kesadaran menjaga kesehatan perlu dimulai dari diri sendiri melalui langkah sederhana, seperti melakukan pemeriksaan secara berkala, menjaga pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit. Dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan, diharapkan upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih optimal sehingga kualitas hidup masyarakat dapat terus terjaga.