Selamat datang di Mahasiswa News - Portal Berita & Aspirasi Kreativitas Kampus Terdepan
Mahasiswa News
Media Aspirasi & Kreativitas Kampus
🌤️
--° Memuat cuaca...

Kanal & Sub Kanal

Beranda Utama
Politik

Kerja Sama Indonesia–Mesir Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Penulis: Atiya Sabita
Editor: Redaksi✓
Waktu Publikasi: 26 Oct 2026, 13:54:55 WIB
Dokumentasi Foto (Sumber: BPMI Sekretariat Presiden)
Dokumentasi Foto (Sumber: BPMI Sekretariat Presiden)

Kerja sama Indonesia dan Mesir di bidang politik, ekonomi, pertanian, dan perdagangan menjadi peluang untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan balasan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka pada 11 Oktober 2026. Pertemuan ini membahas kerja sama di bidang politik, perdagangan, pertanian, dan militer kedua negara serta menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama.

Kerja sama Indonesia dan Mesir mencakup banyak sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, kelautan, hingga pertahanan. Kesepakatan yang dicapai patut diapresiasi. Namun, hal yang lebih penting adalah memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha.

https://share.google/Ks40BxvEOX5BtWSwi

Kedua negara memiliki posisi penting dalam dunia Islam dan hubungan internasional. Indonesia dan Mesir aktif dalam berbagai forum global, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam. Kesamaan nilai tersebut dapat mempererat hubungan bilateral. Namun, kedekatan budaya tidak secara otomatis membuat perdagangan kedua negara menjadi kuat.

Sejumlah kesepakatan bilateral di bidang pertanian, perdagangan, politik, dan militer berisiko berhenti setelah nota kesepahaman ditandatangani. Evaluasi juga sulit dilakukan apabila target yang ingin dicapai tidak ditetapkan secara jelas.

Sumber: https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-el-sisi-kemitraan-strategis-indonesia-mesir-buka-peluang-kerja-sama-lebih-luas/

Rencana Aksi Kemitraan Strategis Tidak Boleh Berhenti sebagai Dokumen

Pemerintah perlu menetapkan target yang jelas dalam pelaksanaan kemitraan strategis, mulai dari peningkatan ekspor hingga investasi dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Pencapaiannya perlu diukur secara berkala. Tanpa evaluasi yang jelas, kerja sama berisiko menjadi wacana semata.

Peluang ekonomi menjadi salah satu bidang yang menjanjikan. Indonesia dan Mesir mendorong penguatan perdagangan serta investasi, termasuk rencana pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA). Langkah ini berpotensi mempermudah akses produk Indonesia ke pasar Mesir, begitu pula sebaliknya.

Namun, EPA tidak akan memberikan manfaat optimal apabila akses pasar hanya dinikmati oleh perusahaan besar. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu mendapatkan kesempatan melalui fasilitasi sertifikasi produk dan pendampingan agar proses ekspor, termasuk pengurusan logistik, dapat berjalan lebih mudah.

Produk Indonesia, seperti makanan olahan, tekstil, kosmetik, produk digital, dan jasa kreatif, memiliki peluang untuk memasuki pasar Mesir. Namun, peluang tersebut tidak akan optimal apabila pelaku usaha kecil tidak mengetahui cara mengakses pasar tersebut. Pemerintah sebaiknya menyediakan pusat informasi terpadu bagi pelaku usaha yang ingin mengekspor produknya ke Mesir.

Sumber: https://koridor.co.id/indonesia-mesir-kemitraan-strategis

Informasi mengenai regulasi, standar produk, peluang pameran, dan calon mitra bisnis harus mudah diakses. Jika informasi hanya diketahui oleh pelaku usaha besar, kerja sama ekonomi berisiko tetap timpang.

Kerja Sama Kelautan dan Perikanan Perlu Melibatkan Masyarakat

Kerja sama kelautan dan perikanan juga menjadi bidang yang perlu diperhatikan. Indonesia memiliki kekayaan laut yang luas, sementara Mesir memiliki posisi strategis di antara Laut Merah dan Laut Mediterania. Kerja sama ini relevan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim.

Kedua negara dapat saling belajar dalam pengelolaan perikanan, pemberantasan penangkapan ikan ilegal, dan pengembangan industri kelautan berkelanjutan. Namun, nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku pengolahan hasil laut perlu dilibatkan sejak awal agar manfaatnya tidak hanya berhenti di tingkat pemerintah.

Pelaku usaha perikanan juga perlu mendapatkan pelatihan mengenai standar ekspor, pengolahan hasil laut, dan pemasaran digital. Dengan begitu, masyarakat pesisir dapat merasakan manfaat kerja sama secara langsung.

Kerja Sama Pendidikan Perlu Diperluas ke Bidang Teknologi dan Inovasi

Pendidikan tetap menjadi jembatan penting antara Indonesia dan Mesir. Banyak mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Mesir, terutama dalam bidang bahasa Arab dan studi Islam. Namun, kerja sama pendidikan sebaiknya tidak terbatas pada bidang tersebut.

Program beasiswa dan pertukaran pelajar perlu diperluas ke bidang sains, teknologi, kedokteran, ekonomi digital, dan industri kreatif. Dengan demikian, generasi muda Indonesia tidak hanya memahami dunia Timur Tengah dari sisi keagamaan, tetapi juga dari sisi teknologi dan inovasi.

Kerja Sama Pertahanan Harus Memperkuat Kapasitas Nasional

Di bidang pertahanan, kedua negara berkomitmen memperkuat kerja sama industri pertahanan. Kerja sama tersebut dapat mencakup latihan, pendidikan, pertukaran pengalaman, serta kunjungan antara pejabat dan pakar pertahanan.

Kerja sama ini berpotensi membantu Indonesia memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional. Namun, pemerintah perlu memastikan bahwa kemitraan tersebut menghasilkan transfer pengetahuan, bukan sekadar pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista). Jika kerja sama justru membuat Indonesia semakin bergantung pada produk luar negeri, manfaat jangka panjangnya akan terbatas. Karena itu, transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia perlu menjadi prioritas.

Mengukur Keberhasilan Kerja Sama dari Manfaat bagi Masyarakat

Pada akhirnya, hubungan Indonesia dan Mesir memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh. Namun, banyaknya kesepakatan belum tentu berarti besarnya manfaat yang diterima masyarakat. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat perlu terlibat dalam pelaksanaannya.

Tanpa pelaksanaan yang konsisten, kerja sama ini berisiko berhenti sebagai kabar baik di media. Peluang yang ada hanya akan menjadi nyata apabila kedua negara menetapkan target, melibatkan masyarakat, dan mengevaluasi hasilnya secara terbuka.

Saya berharap kerja sama Indonesia dan Mesir tidak hanya menjadi kesepakatan di atas kertas. Kemitraan ini harus mampu membuka peluang ekonomi, memperkuat pertukaran pengetahuan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Kerja sama Indonesia dan Mesir merupakan contoh bagaimana dua negara dapat membangun hubungan bilateral yang saling menguntungkan. Hubungan tersebut akan semakin kuat apabila kedua pihak memiliki kepentingan yang seimbang dan saling memberikan manfaat melalui prinsip resiprositas serta ketergantungan bersama.

Jika dikelola dengan baik, hubungan Indonesia dan Mesir dapat menjadi jembatan kerja sama antara Asia Tenggara, Timur Tengah, dan dunia Islam.

Penulis: Atiya Sabita mahasiswi hubungan internasional universitas upn veteran Jatim