Selamat datang di Mahasiswa News - Portal Berita & Aspirasi Kreativitas Kampus Terdepan
Mahasiswa News
Media Aspirasi & Kreativitas Kampus
🌤️
--° Memuat cuaca...

Kanal & Sub Kanal

Beranda Utama
Berita Utama

Dari KKN ke Google Student Ambassador, Rossy Safitri Mahasiswa KPI UMY usung GEMA “Gemini untuk Semua”

Penulis: Tio Setiawan
Editor: Redaksi✓
Waktu Publikasi: 03 Oct 2026, 13:37:56 WIB
Dokumentasi foto ( Sumber: Dock Pribadi)
Dokumentasi foto ( Sumber: Dock Pribadi)

Pengalaman mengenalkan kecerdasan buatan (AI) kepada pelajar saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) membawa Rossy Safitri Putra Pratama pada gagasan yang lebih luas. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut kini terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026 Batch 2 setelah melewati seleksi yang diikuti lebih dari 300.000 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Rossy dikenal sebagai pegiat AI yang memiliki perhatian pada pemanfaatan teknologi secara praktis. Gagasan yang ia bawa dalam program Google Student Ambassador adalah GEMA (Gemini untuk Semua), sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengenalkan sekaligus mengajak mahasiswa menggunakan Google AI secara langsung.

Gagasan tersebut tidak muncul begitu saja. Saat menjalani KKN, Rossy sempat mengenalkan AI dan Gemini kepada siswa SMP dan SMA. Teknologi tersebut diperkenalkan untuk membantu mereka membuat konten promosi sekolah hingga mengembangkan visual untuk kegiatan ekstrakurikuler.

Dari pengalaman itu, Rossy melihat bahwa pengenalan AI akan lebih mudah diterima ketika peserta tidak hanya mendengar penjelasan mengenai teknologi, tetapi langsung menggunakannya untuk menyelesaikan kebutuhan yang mereka miliki.

“Di kampus, saya ingin mengembangkannya menjadi sesi ‘One Hour, One Creation’,” kata Rossy.

Melalui konsep tersebut, peserta GEMA nantinya tidak sekadar mengikuti pemaparan mengenai Gemini. Mereka akan membawa satu kebutuhan nyata yang sedang dikerjakan, kemudian memanfaatkan Gemini untuk mengembangkan kebutuhan tersebut menjadi sebuah karya.

Kebutuhan itu dapat berupa konsep promosi acara, ide konten organisasi, maupun gagasan untuk kegiatan kampus. Selama satu jam, peserta diarahkan untuk mengembangkan ide tersebut secara langsung dengan bantuan Gemini.

Konsep tersebut sekaligus menjadi cara Rossy untuk mengubah cara mahasiswa memandang AI. Teknologi tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang hanya perlu dipahami secara teori, tetapi sebagai alat yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas sehari-hari.

Menurut Rossy, pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam proses mengenalkan teknologi kepada masyarakat kampus. Karena itu, GEMA dirancang dengan pendekatan praktik agar peserta dapat menemukan sendiri manfaat AI melalui kebutuhan yang mereka kerjakan.

“Menurut saya, cara terbaik mengenalkan teknologi bukan dengan mengatakan bahwa teknologi itu bermanfaat, tetapi dengan membiarkan orang merasakan sendiri manfaatnya,” ujarnya.

Terpilihnya Rossy sebagai Google Student Ambassador 2026 Batch 2 menjadi ruang baginya untuk membawa pengalaman tersebut ke lingkungan kampus. Melalui GEMA, ia ingin memperluas pemanfaatan Gemini sehingga tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi menghasilkan karya yang benar-benar dekat dengan kebutuhan mahasiswa.