WONOSOBO — Muhamad Silva Maulana, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Wonosobo, membagikan pengalaman menjalani pendidikan lintas disiplin saat menjadi bintang tamu program GenZ Inspiratif di Radio Pesona FM Wonosobo, Minggu (18/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa yang akrab disapa Alan itu berbagi cerita tentang perjalanan pendidikan, penelitian, organisasi, dan pengembangan diri.
Program yang dipandu oleh Adyta dan Bella tersebut menjadi ruang bagi Alan untuk memperkenalkan pengalaman akademiknya kepada masyarakat. Saat ini, ia tercatat menempuh empat program studi pada perguruan tinggi berbeda, yakni S1 Antropologi di UGM, S1 Ilmu Pemerintahan di Universitas Terbuka (UT), S1 Hukum di Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu), serta S1 Pendidikan Agama Islam di Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq).
Keempat program studi tersebut memiliki fokus keilmuan yang berbeda. Antropologi mempelajari manusia dan dinamika masyarakat, Ilmu Pemerintahan mengkaji institusi serta kebijakan publik, Hukum mempelajari aturan dan kelembagaan, sedangkan Pendidikan Agama Islam memperluas pemahamannya mengenai pendidikan dan kajian keislaman.
Pilihan untuk menempuh beberapa bidang tersebut berkaitan dengan keinginan Alan memperluas perspektif dalam memahami persoalan sosial. Ia memandang bahwa suatu persoalan dapat dipelajari melalui pendekatan berbeda sesuai konteks dan kebutuhan analisisnya.
Berawal dari Peminatan IPS di SMA
Sebelum menjadi mahasiswa, Alan merupakan siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMA Negeri 2 Wonosobo. Ia kemudian diterima di Program Studi Antropologi UGM melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU) pada penerimaan mahasiswa baru 2024.
Ketertarikannya terhadap antropologi berkembang ke sejumlah bidang, seperti antropologi politik, migrasi dan diaspora, etnografi Timur Tengah, antropologi pendidikan, serta antropologi forensik.
Minat terhadap penelitian juga telah berkembang sejak masa sekolah. Alan pernah mengikuti National Young Inventors Awards (NYIA) yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam kegiatan tersebut, ia mengembangkan gagasan perangkat yang berkaitan dengan pengukuran karakteristik elektrolit tanah sebagai salah satu indikator dalam kajian kesuburan tanah.
Selain itu, ia pernah mengkaji artefak kebudayaan Hindu-Buddha di Wonosobo dan representasi telekomunikasi pada masa kolonial melalui kantor pos di wilayah tersebut. Pengalaman itu menjadi bagian dari prosesnya dalam mengeksplorasi berbagai persoalan, mulai dari kebudayaan dan sejarah hingga ilmu pengetahuan.
Aktif Meneliti dan Berorganisasi
Di bidang akademik, Alan menyebut telah menerbitkan enam artikel ilmiah yang membahas beragam persoalan sosial, kebudayaan, agama, dan hukum.
Karya-karyanya mencakup politik pengakuan agama di Indonesia dan Turki, praktik maritim masyarakat Karimunjawa, identitas mahasantri di Malang, kajian ijtihad mengenai waktu salat dalam konteks Mars, pengalaman muskuloskeletal petani kentang di Dataran Tinggi Dieng, serta keterbatasan hukum humaniter internasional dalam perlindungan warga sipil pada konflik lintas batas Arab Saudi–Yaman.
Keragaman topik tersebut memperlihatkan luasnya minat akademik yang dikembangkan Alan. Penulisan ilmiah juga menjadi kesempatan untuk mempelajari proses penyusunan argumen, penelusuran literatur, dan analisis berdasarkan sumber yang relevan.
Selain menulis, Alan memiliki pengalaman dalam organisasi pelajar dan mahasiswa. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Rohani Islam (Rohis) Kabupaten Wonosobo periode 2023–2024. Salah satu kegiatan yang pernah dijalankan pada masa kepemimpinannya adalah kunjungan studi banding ke Jamaah Shalahuddin UGM.
Ia kemudian terlibat dalam Rohis Jawa Tengah pada bidang hubungan masyarakat serta mengikuti kegiatan organisasi mahasiswa di lingkungan UGM.
Pengalaman tersebut memberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan pengelolaan kegiatan. Aktivitas organisasi juga menjadi bagian dari pembelajaran yang melengkapi pengalaman akademik di ruang perkuliahan.
Pendidikan Lintas Disiplin dan Tantangannya
Menjalani empat program studi secara bersamaan membutuhkan pengelolaan waktu, penentuan prioritas, dan komitmen terhadap kewajiban akademik. Setiap perguruan tinggi memiliki kegiatan pembelajaran dan tuntutan yang perlu dipenuhi.
Bagi Alan, perbedaan bidang keilmuan memberikan kesempatan untuk mempelajari persoalan dari berbagai sudut pandang. Dalam kajian kebijakan publik, misalnya, antropologi dapat membantu menjelaskan pengalaman masyarakat, sedangkan Ilmu Pemerintahan memberikan perspektif mengenai proses pengambilan keputusan dan kelembagaan.
Perspektif hukum dan pendidikan agama juga dapat melengkapi analisis apabila sesuai dengan persoalan yang sedang dikaji. Namun, penggunaan pendekatan lintas disiplin tetap perlu mempertimbangkan konteks penelitian, pertanyaan yang diajukan, dan bukti yang tersedia.
Menempuh beberapa program studi bukan satu-satunya cara untuk memperluas pengetahuan. Setiap mahasiswa memiliki minat, kemampuan, sumber daya, dan kondisi berbeda dalam menentukan perjalanan pendidikannya.
Karena itu, pengalaman Alan dapat dipahami sebagai salah satu pilihan pengembangan diri melalui pendidikan lintas disiplin, bukan sebagai ukuran yang harus diikuti oleh semua mahasiswa.
Berbagi Pengalaman kepada Generasi Muda
Kehadiran Alan dalam program GenZ Inspiratif Radio Pesona FM Wonosobo menjadi kesempatan untuk membagikan perjalanan akademiknya kepada masyarakat, terutama generasi muda yang sedang menentukan pilihan pendidikan.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa proses belajar dapat berkembang melalui perkuliahan, penelitian, organisasi, dan interaksi dengan lingkungan sosial. Berbagai pengalaman itu dapat membantu mahasiswa mengenali minat sekaligus memahami persoalan dari perspektif yang lebih luas.
Melalui pendidikan antropologi, Ilmu Pemerintahan, Hukum, dan Pendidikan Agama Islam, Alan berupaya mempelajari hubungan antara manusia, masyarakat, institusi, dan pendidikan. Perjalanan akademiknya masih berlangsung seiring dengan proses belajar dan pengalaman yang terus berkembang.
Kisah tersebut menjadi salah satu gambaran tentang beragamnya jalur yang dapat ditempuh generasi muda untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi diri.





