Usia Baru 15 Tahun, Hijaber Ini Jadi Mahasiswa Termuda UGM

Kamila Putri Hanisa (ugm.ac.id)


Mahasiswa News | Kamila Putri Hanisa. Inilah mahasiswa termuda di Universitas Gadjah Mada. Baru berumur 15 tahun lima bulan. Saat namanya disebut pada upacara penerimaan mahasiswa baru UGM di halaman Graha Sabha Pramana, Bulaksumur, Yogyakarta, semua mata terpaut padanya.

"Senang sih bisa diterima di Fakultas Geografi UGM. Kalau tidak akselerasi, mungkin saya masih duduk di kelas X SMA," ujar Kamila, sebagaimana dikutip dari laman ugm.ac.id, Senin 7 Agustus 2017.

Kamila mengaku tidak pernah menyangka bisa masuk universitas beken itu. Apalagi dalam usia belia. Saat ini pun, ia berbarengan dengan kakaknya, Anissa Putri Afifa, yang diterima menjadi mahasiswa baru di STAN, Jakarta.

Menjadi mahasiswa termuda, menurutnya, tidak ada bedanya dengan mahasiswa baru lainnya. Bahkan, terasa biasa-biasa saja, semua itu karena ia menjalani jenjang pendidikan di tingkat SD, SMP, dan SMA, pada kelas akselerasi.

"Dari SD sampai SMA itu, ikut klas akselerasi atau kelas percepatan. MI Nahdlatul Ulama Minu Pucang, Sidoarjo, Jawa Timur. SMP Negeri 1 Sidoarjo dan SMA Negeri 2 Sidoarjo, Jawa Timur," ujar dara kelahiran Sidoarjo, 26 Februari 2002, ini.

Kamila mengaku tak punya jurus khusus untuk sukses belajar di kelas akselerasi. Kuncinya hanya terus belajar. Menurut Kamila, yang penting adalah membangun semangat. Selain itu, untuk kelancaran belajar adalah dukungan dari orangtua.

"Itu sangat berpengaruh, apalagi kalau lagi down atau stress. Belajar di kelas-kelas akselerasi sangat padat banget," tutur dia.

Bagi Kamila, tak mudah untuk bisa terus berada di kelas akselerasi. Selain padat pelajaran, di kelas ini diterapkan capaian patokan nilai. Siswa-siswa yang tidak memenuhi capaian patokan nilai yang telah ditentukan maka bisa diturunkan dari kelas akselerasi.

Oleh sebab itu, saat duduk di bangku SMA Negeri 2 Sidoarjo, tidak heran jika Kamila Putri sering terlihat pulang sore. Belum lagi, setelah itu ia harus menjalani les beberapa mata pelajaran.

"Misalkan ada beberapa mata pelajaran yang berada di bawah nilai 92, seperti matematika, fisika, kimia dan lain-lain. Meski begitu bapak ibu guru masih memberi toleransi, dengan ujian ulang. Gimana-gimana, kelas akselerasi ini adalah pilihan saya," katanya.

Kamila diterima menjadi mahasiswa baru Departemen Geografi dan Ilmu Lingkungan, Fakultas Geografi UGM melalui jalur seleksi SBMPTN. Menyenangi lingkungan alam sejak kecil, Kamila Putri bercita-cita menjadi National Geographic.

Dinobatkan sebagai mahasiswa termuda UGM, Kamila yakin bisa beradaptasi dan tidak grogi. Kamila merasa terbiasa bergaul dengan banyak teman dengan usia di atasnya sejak dari SD.

"Pinginnya setelah lulus melanjutkan S2 ke luar negeri, langsung saja mudah-mudahan," katanya. 
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==