Tiga Partai Kompak Laporkan Viktor, Aparat Kepolisian Ditunggu Pengusutannya

(Viktor Laiskodat/Net)


Mahasiswa News | Tiga Partai kompak melaporkan udingan pro-khilafah dan intoleran oleh Ketua F-NasDem Viktor Laiskodat. Tiga partai tersebut adalah PKS, PAN dan Gerindra. Sementara satu partai lainnya, Demokrat belum melaporkan Viktor ke kepolisian.

“Kami sudah sampaikan bahwa hari Senin besok kami akan menyampaikan laporan ke Bareskrim Polri dengan tuduhan ujaran kebencian dan permusuhan sebagaimana dimaksud pasal 156 KUHP, demikian pasal 28 UU ITE dan beberapa hal yang kami sampaikan,” ujar Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP PKS Zainuddin Paru saat dikonfirmasi, Jumat (4/8/2017) malam.

Tak hanya ke Bareskrim, PKS juga akan melaporkan Viktor ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Pidato Viktor dinilai melanggar etik sebagai anggota dewan.”Setelah itu kami juga akan menyampaikan aduan ke MKD walaupun menurut kami seharusnya dengan fakta dan video yang ada. Pernyataan yang secara nyata dan gamblang, jadi kami masih menunggu. Sebagaimana dimaksud UU MD3,” kata Zainuddin.

Pidato Viktor di NTT menyebar dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya dan juga ramai disorot di media sosial. Dalam pidatonya, Viktor menyebut Gerindra, Partai Demokrat, PKS, dan PAN sebagai parpol yang intoleran dan mendukung ideologi khilafah. PKS mengecam pidato Viktor.

“Sebagaimana sikap resmi DPP PKS soal pidato Viktor yang tersebar di masyarakat yang secara eksplisit menuduh 4 partai sebagai pendukung khilafah, sikap seperti disamakan dengan PKI, saya kira ini pernyataan eksplisit yang sangat merugikan untuk PKS dan partai lain,” terang Zainuddin.

Secara terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Iwan Sumule juga melaporkan Viktor Bungtilu Laiskodat ke Bareskrim Polri terkait tudingan yang menyebut partai Gerindra sebagai partai pendukung negara khilafah.  Iwan menyebut, laporan yang dia ajukan tersebut telah diterima oleh pihak Bareskrim dengan nomor Laporan Polisi (LP) LP/773/VIII/2017/BARESKRIM.

“Iya sudah diterima, saya sudah laporkan saudara Viktor atas tuduhan terhadap partai yang saya usung,” kata Iwan saat ditemui usai melakukan laporan di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2017).

Menurut Iwan, sikap dan isi pidato yang telah disampaikan oleh Viktor berpotensi memecah belah kerukunan masyarakat. Dalam video itu, Viktor menurut Iwan dengan gamblang menghasut masyarakat untuk saling bunuh.

“Ini berbahaya, dia bilang daripada dibunuh lebih dulu, mending datangi dan langsung bunuh orang yang berniat bunuh kita. Konteksnya dia adalah wakil rakyat, orang parlemen, tapi tidak cerdas,” kata dia.

Iwan mengaku telah menyampaikan beberapa alat bukti kepada polisi. Di antaranya video, transkrip video, dan saksi. Dalam video yang kini viral di dunia maya pun, ada beberapa kalimat yang dia gunakan sebagai bukti laporan. “Iya salah satunya yang menyebut kami pendukung negara khilafah, dan juga kalimat yang membolehkan masyarakat saling bunuh,” kata dia.

Iwan melaporkan Viktor dengan Undang-undang dan Pasal UU ITE No 11/2008, Pasal 156 KUHP tentang penodaan agama, serta Undang-undang Diskriminasi nomor 40 tahun 2008 pasal 4 dan pasal 16 karena dianggap melakukan diskriminasi terhadap etnis atau golongan tertentu.

Jika Viktor nantinya menyampaikan permohonan maaf secara langsung terkait ujaran dan isi pidato yang dianggap telah menyudutkan partai Gerindra, Iwan tidak menjamin bisa mencabut laporan tersebut. “Ya kalau minta maaf silahkan, tapi maaf dan laporan hukum kan beda, tidak ada jaminan dong akan ditarik,” kata Iwan.

Sementara itu, ditempat yang sama Wakil Sekretaris Jendral DPP PAN, Surya Iman Wahyudi juga telah melaporkan Viktor.”Tadi kami melakukan laporan juga, laporannya berbeda dengan kawan dari Gerindra. Sebab kami harus melakukan laporan atas nama lembaga,” kata Surya.

Adapun sangkaan hukum yang diajukan oleh Surya pun berupa pasal 156/156a KUHP dengan menekankan pada penodaan agama.



Sumber
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==