Mahasiswa Adukan Rektorat Unsri ke DPRD Sumsel

Mahasiswa Adukan Rektorat Unsri ke DPRD Sumsel, Jumat (4/8/2017)

Mahasiswa News | Kisruh soal Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Universitas Sriwijaya (Unsri) semakin panjang. Kali ini para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumsel mendatangi gedung wakil rakyat. Tak hanya mahasiswa Unsri, sebagai bentuk solidaritas, beberapa organisasi mahasiswa dari kampus lain juga ikut turun aksi.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) Yansuri menerima perwakilan mahasiswa yang berdemo. Yansuri didampingi oleh anggota lain di antaranya Mgs Syaiful Fadli dari Fraksi PKS, Budiarto dari Fraksi Gerindra, Rizal Kennedy dari Fraksi PPP dan Ruslan Efendi dari Fraksi PDIP. Kehadiran mahasiswa disambut di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sumsel.

Presiden Mahasiswa Unsri Rahmat Farizal mengatakan kalau kedatangan mereka ke DPRD berharap lembaga legislatif tersebut dapat memberikan jalan tengah terhadap permasalahan yang ada.

"Kami datang untuk menyampaikan aspirasi karena wakil rakyat adalah penyambung lidah rakyat," tutur Rahmat.

Dia menjelaskan kalau polemik UKT awalnya dari dihapuskannya sistem SPP pada tahun 2013. Pada UKT ini tidak ada lagi uang pangkal, uang praktikum, seminar, ujian atau sidang, yudisium dan wisuda. Semua include di UKT yang dibayarkan tiap semester.

UKT ditentukan berdasarkan biaya Kuliah Tunggal dikurangi Bantuan Operasional PTN (BOPTN) dibagi delapan semester.

"Jadi UKT hanya sampai semester delapan, sedangkan di semester sembilan tidak ada lagi beban seharusnya, jadi kami minta keringanan untuk semester sembilan," terang mahasiswa Fakuktas Teknik semester akhir ini.

Dia melanjutkan kalau hakikatnya sistem ini baik tapi implementasinya bermasalah. Tiap semester ada puluhan mahasiswa tidak mampu bayar. Rahmat memberikan contoh beberapa kampus mampu menurunkan biaya UKT semester sembilan seperti UGM, UNJ, bahkan Universitas Lampung sudah menurunkan UKT-nya dari semester enam.

Rahmat Farizal Presma Unsri meneyerahkan Hasil Kajian dan Lembar Tuntutan kepada Yansuri Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan


Selain itu, Rahmat Farizal berharap DPRD jadi mediator dan memanggil pihak rektorat Unsri. Dia juga menginginkan ada penyelesaian persoalan pemukulan mahasiswa oleh oknum polisi dan karyawan Unsri. Dia meminta penghentian kriminalisasi tiga mahasiswa dan mengaktifkan kembali tiga akun akademik yang masih dinonaktifkan hingga sekarang.

Menanggapi keluhan mahasiswa tersebut, Yansuri meminta mahasiswa segera memberikan laporan tertulis.

"Semakin cepat laporan tertulis disampaikan maka semakin cepat DPRD melakukan pemanggilan," pungkas politisi Partai Golkar ini.

Yansuri berjanji akan segera memanggil pihak Unsri dan meminta Kapolda menindak anggotanya yang terlibat pemukulan. Dia juga sempat menandatangani nota komitmen untuk segera menyelesaikan aduan dari mahasiswa. (sm)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==