Luar Biasa! Mahasiswa Jember Temukan Obat Kanker dari Daun Kenikir

(Daun kenikir/Net)



Mahasiswa News | Penyakit kanker merupakan penyakit yang menyerang penderita secara tiba-tiba dan mematikan. Solusi untuk penyakit ini salah satunya dengan melakukan kemoterapi. Namun, tak jarang pembasmian sel kanker dilakukan oleh obat tradisional.

Salah satu solusi untuk pengobatan kanker rupanya tak hanya dipikirkan peneliti ataupun para ahli di bidang medis. Mahasiswa di Indonesia pun kini tengah meneliti tumbuh-tumbuhan untuk pengobatan kanker.

Seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa di Universitas Jember (Unej). Lima mahasiswa di Jember tersebut kini tengah meneliti daun kenikir sebagai obat kanker. Mereka di antaranya Fiqih Ramadhan, Fikri Ainur Risma, Luluk Mukarromah, Ria Yulian dan Nurul Hilyatun.

"Masyarakat percaya bahwa mengkonsumsi kenikir berkhasiat untuk tubuh. Ternyata setelah kami teliti, kenikir memiliki bakteri endofit yang berfungsi sebagai alat pertahanan bagi tanaman kenikir. Bakteri endofit inilah yang coba kami ekstrasikan sebagai kandidat obat kanker," kata Fiqih Ramadhan melalui siaran pers yang diterima, Kamis (10/8/2017).

Di Jember sendiri, daun kenikir banyak digunakan dan dikonsumsi sebagai masakan, terutama untuk lalapan. Bakteri endofit yang ada pada daun kenikir tersebut, ungkap Fiqih, sebenarnya ada juga pada tumbuhan lain seperti benalu mangga, mangrove, dan tanaman akar kuning.

"Kami memilih kenikir karena mudah dibududayaka dan masa tanamnya tidak lama," jelas dia. Sementara, kata dia, tumbuhan benalu dan mangga yang butuh bertahun-tahun untuk tumbuh. Sedangkan mangrove sendiri juga harus dicari d daerah pesisir dan akar kuning hanya ada di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur.

Dalam penelitiannya kali itu, Fiqih dan rekan-rekannya membuktikan bahwa ekstrasi kenikir yang mereka buat layak menjadi kandidiat obat kanker. "Dalam prosedur penelitian mengenai obat kanker, kandidat obat kanker wajib diuji cobakan dahulu ke larva artemia yang biasa dijadikan sebagai pakan ikan," jelas dia.

Berdasarkan hasil uji coba tersebut, lanjut Fiqih, pemberian ekstrak kenikir dengan ukuran tertentu mampu membunuh larva artemia. "Sehingga bisa dilanjutkan ke uji coba yang lebih tinggi lagi," tandas dia.

Penelitian mahasiswa Unej yang mengangkat tema pembahasan mengenai penyakit kanker, membawa lima mahasiswa Jember tersebut melaju ke babak Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tahun 2017 yang akan dilaksanakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tanggal 23-29 Agustus 2017 mendatang.

Tidak hanya sebatas maju ke PIMNAS, hasil penelitian yang mereka lakukan tersebut juga diapresiasi banyak kalangan. Hal itu terbukti dengan masuknya penelitian mereka di International Journal of Advanced Engineering Research and Science.



Sumber
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==