Kelompok Mahasiswa Buddhis Minta Jokowi Lindungi Patung Dewa di Tuban

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, dengan menggunakan alat berat crane menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, Minggu (6/8/2017). Patung setinggi 30,4 meter itu ditutup dengan kain oleh pengurus kelenteng karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat atas patung itu. (ANTARA FOTO/AGUK SUDARMOJO)


Mahasiswa News | Kelompok Mahasiswa Buddhis Indonesia meminta Presiden Jokowi melindungi patung dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berdiri di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban.

Permintaan itu disampaikan dalam surat terbuka yang dikirim pada 9 Agustus lalu ke sekretaris negara di Jakarta.

"Kami minta Pak Jokowi melindungi patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen bagaimana pun bentuknya, karena itu adalah simbol toleransi dan kebebasan beragama di Indonesia," kata ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Jakarta Timur, Abhinyano, dikonfirmasi, Jumat (11/8/2017).

Mereka khawatir, jika Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen dirobohkan, bukan tidak mungkin akan muncul aksi-aksi intoleran serupa yang dapat mengancam simbol agama lainnya seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Patung Dewa di Bali dan unsur budaya dan simbol agama lainnya di Indonesia.

"Tuntutan untuk merobohkan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen sangat merugikan umat Buddha di Indonesia, khususnya umat yang beraliran Tri Dharma," jelasnya.

Ancaman untuk merobohkan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen tersebut dinilainya sebagai bentuk penindasan terhadap ekspresi keagamaan di Indonesia, serta melanggar dasar hukum yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia.

Selain dikirim untuk Presiden Jokowi, surat tersebut diteruskan kepada Menteri Agama, Menkopolhukam, Mendagri, Mendikbud, dan Menteri Pariwisata.

Selain ditandatangani oleh ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Jakarta Timur Abhinyano, surat terbuka juga ditandatangani okeh ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Jakarta Utara Wiryawan dan Ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Jakarta Barat Billy Gunawan.

Sebelumnya, puluhan massa berbagai elemen menggelar aksi protes di depan gedung DPRD Jatim. Mereka mendesak agar patung tersebut segera dirobohkan karena tidak terkait dengan histori sejarah bangsa Indonesia.

Patung setinggi lebih dari 30 meter yang berdiri menghadap ke laut tersebut diresmikan pada 17 Juli 2017 lalu. Patung tersebut dinobatkan sebagai patung dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen terbesar se-Asia Tenggara.


Sumber
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==