Jokowi Ingin Ada Pendidikan Jurusan E-Sport di Indonesia

Presiden Jokowi berdialog dengan anak-anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2017 di Pekanbaru, Riau, 23 Juli 2017. Dalam sambutannya Presiden menyerukan kepada seluruh anak Indonesia untuk serius dalam dunia pendidikan. ANTARA/Rony Muharrman.



Mahasiswa News | Presiden Joko Widodo ingin Indonesia memiliki pendidikan kejuruan yang variatif, seperti jurusan e- sport. Visi besar soal masa depan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia itu diungkapkan Jokowi saat membuka Pasanggirinas dan Kejurnas Silat ASAD 2017 di Jakarta Timur.

"Mengapa tidak kita bikin jurusan megatronika, jurusan logistik, jurusan retail, jurusan animasi, atau bahkan jurusan e-sport," ujar Presiden Joko Widodo, Selasa, 8 Agustus 2017.

Menurut Presiden Joko Widodo, jurusan atau pendidikan kejuruan yang ada sekarang terlalu monoton. Dengan kata lain minim perubahan karena nyaris tak ada perubahan besar selama bertahun-tahun.

Padahal, kata Presiden Joko Widodo, dunia terus berubah di mana hal-hal yang dulu dirasa tidak penting menjadi sangat berpengaruh saat ini. Walhasil, tidak bisa jurusan atau pendidikan kejuruan hanya bertahan di ekonomi, hukum, sosial politik, ataupun teknik.

Sebagai contoh, di dunia, E-Sport menjadi salah satu hal yang sangat diperhitungkan saat ini. Jenis olahraga di mana tim atau pemain saling beradu di video game tersebut tercatat digemari 148 juta orang di seluruh dunia dan mencetak pendapatan 493 juta Dollar AS di tahun 2016 atau 51 persen lebih tinggi dibandingkan 2015.

Bahkan E-Sport sudah dijadikan jurusan pendidikan di sejumlah negara. Di Chung Ang University, Korea Selatan, E-Sport masuk dalam program Bachelor of Science in Gaming Industry.

"Saya selalu menyampaikan kepada Menristek, Rektor kalau bertemu bahwa jangan sampai kita terpaku pada jurusan-jurusan ekonomi, hukum, sospol saja. Saya minta bangun jurusan yang dibutuhkan saat ini," ujar Presiden Joko Widodo.

Apabila mengacu pada ucapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pekan lalu, pemerintah memang tengah menyiapkan pendidikan kejuruan yang lebih variatif. Kepada Tempo, Muhadjir mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo dan dirinya tengah membahas pengembangan Kurikulum 2013 untuk bisa melengkapi pendidikan kejuruan.



Sumber

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==