SURAT CINTA UNTUK JOKOWI.

dok. pribadi


Oleh:
Edwin Tabano
Konsultan Bisnis & Politik

2012 lalu kami yang menyayangimu membantumu untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta, banyak janji dan program yang kau tawarkan. Tidak akan ada penggusuran dan janji untuk lebih mensejahterakan, kau tawarkan keberanian yang santun untuk memimpin Jakarta. Kami mengantarkan mu menggunakan bajaj dan kopaja-kopaja yang sudah tak layak ke gerbang masa depan baru mu sebagai pemimpin, semuanya berkorban untuk mengantarkanmu, membelamu, dan sampai berbeda pandangan dengan keluarga sendiri.

Puncaknya kami membelamu sampai membentuk opini bahwa kau lebih baik dari pada Pak Fauzi Bowo pada saat itu, sebagian dari kita bahkan membuat buruk citra Pak Foke hanya untuk mendukungmu sebagai Pemimpin Baru untuk mewujudkan Jakarta Baru.

Kau yang dulu berangkat populer dengan Mobil Esemka mu saat ini tak tau kemana akarmu, janjimu masih kami tunggu. Namun saat kau belum selesai menunaikan tugasmu sebagai Gubernur kau malah meninggalkan Rakyat Jakarta untuk mewujudkan mimpi besar banyak orang, mimpi dan bahasa yang sederhana olehmu sangat mudah dipahami oleh masyarakat luas. Itulah yang kemudian terjadi, engkau mampu menjadi Presiden dengan mudah dan tak mengeluarkan dana dari kantong pribadimu.

Fitnah pada pemilihan Presiden kala itu sungguh luar biasa, sejujurnya pada saat itulah kita berpisah dengan semangat perjuanganmu. Janji dan logika yang engkau tawarkan saat ingin duduk di DKI JAKARTA SATU sebenarnya tidak tuntas engkau kerjakan, kau menjadi pemimpin ditengah fitnah yang luar biasa untuk Pak Prabowo. Namun kita tetap senang saat kau jadi Pemimpin tertinggi kami, dan dan dukungan kami curahkan terhadapmu Pak Presiden.

Namun apa yang terjadi kini?? Mana janji-janji manismu yang dulu?? Tak usahlah bicara yang baik dan muluk-muluk, kita tidak ingin hal yang ideal. Yang sederhana saja, penegakkan hukum di eramu mengapa seperti pesanan dan seperti membunuh karir lawan politik mu. Kita sebagai rakyatmu kini sudah tidak ada kenyamanan dalam berpendapat, saudara kami yang kemarin memberikan pendapat kini disayat badannya dengan bilah pisau yang tajam. Takut sekali kami di zaman mu kini, sudahlah kebutuhan dasar kami kau naikkan diam-diam, hak untuk berpendapat pun kini sungguh tak seperti dulu. Media yang mendukung mu kini hanya diam, mereka tidak terbuka mengemas berita tentang masa kepemimpinanmu yang cukup buruk ini.

Kita yakin kau adalah orang baik, saking baiknya saat berdiplomasi diacara pertemuan pimpinan-pimpinan negara kau hanya diam seperti anak baik saat salam kelas. Itulah gambaran Indonesia kau buat Pak Jokowi kami. Semoga kau masih ingat kami dan janji mu yang dulu, kami pikir tunaikanlah baik-baik tugasmu hingga 2019 nanti. Jangan dulu jalan-jalan untuk kembali menarik simpati dengan membagi sepeda-sepeda yang tak seberapa harganya, toh tetap kemana-mana engkau juga menggunakan mobil mewah yang harganya milliaran rupiah dan pesawat jet kepresidenan yang kami biayai bersama.

Pesan kami hati-hatilah memilih orang yang duduk disekitarmu, dekatlah kau dengan ulama. Jangan jauhi mereka, karena apa yang kau usahakan saat ini adalah tabunganmu untuk diakhirat. Oleh sebab itu jangan memisahkan agama dari urusan negara...
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==