Saking Cintanya, Warga Sukabumi Justru Robohkan Rumah Kades

Warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi merobohkan bangunan rumah kepala desanya yang akan diperbaiki secara gotongroyong Sabtu (8/7). Warga merasa tergerak untuk memperbaiki rumah kades karena dinilai tidak layak huni. (Republika)


Mahasiswa News | Sebuah bangunan rumah yang ditempati kepala desa (Kades) Cikahuripan di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi dirobohkan oleh warga, Jumat (7/7/2017). Aksi ini dilakukan warga bukan akibat kekesalan melainkan didasari kecintaan ingin memperbaiki rumah kades yang kondisinya dinilai sangat memprihatinkan.

Informasi yang diperoleh dari warga, sosok kades yang dikenal sederhana dan jujur ini adalah Heri Suryana atau lebih dikenal dengan Jaro Midun. Dia terpilih menjadi Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok pada pemilihan kepala desa (Pilkades) 2013 yang juga seorang kader dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sukabumi.

Heri Suryana (Jaro Midun)


Namun sejak terpilih hingga Juli 2017, rumah yang ditempati kades di Kampung Citiis RT 01 RW 05 Desa Cikahuripan sangat memprihatinkan. Padahal, banyak program pemerintah termasuk perbaikan rumah tidak layak yang digulirkannya. Namun, sang Kades lebih memprioritaskan warga dibandingkan rumahnya.

''Pada Jumat pagi, warga berinisiatif merobohkan rumah kades dan akan merenovasinya,'' ujar salah seorang tokoh masyarakat Desa Cikahuripan, Dedi Sutiadi (46 tahun), Ahad (9/7/2017).

Langkah ini diambil karena rumah kades dinilai sudah tidak layak untuk ditinggali. Contohnya, pada saat silaturahim pada hari kedua Lebaran ke rumah Kades terjadi hujan. Pada waktu itu rumah sang Kades bocor dan merembes ke bangunan rumah.

Selepas peristiwa itu, kata Dedi, warga merasa tergerak membantu dan melakukan perbaikan rumah dengan cara gotong royong. Puncaknya, terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Warga berkumpul tanpa sepengetahuan Jaro Midun  yang tengah mengunjungi keluarga warga yang meninggal dunia.

''Kami langsung merobohkan bangunan rumah kades dan langsung berupaya memperbaikinya," ujar Dedi. Jumlah warga yang membantu kata dia mencapai sekitar 30 orang. Bahan bangunan untuk pembangunan rumah berdatangan dari donatur yang merupakan warga Desa Cikahuripan yang secara ikhlas menyumbang.

Menurut Dedi, warga sebelumnya meminta agar Kades memperbaiki rumahnya yang tidak layak huni. Namun, Jaro Midun belum menanggapi dan lebih memilih memperhatikan rumah warga lainnya yang rusak.

Dedi menuturkan, selama menjabat, Jaro Midun selalu dekat dengan warganya, rajin beribadah, dan dinilai amanah dalam mengemban jabatan. Misalnya, ketika ada warganya yang sakit atau meninggal dunia Jaro Midun selalu menjenguknya.

Dedi menerangkan, sosok Kades ini pun memperjuangkan tingkat kesejahteraan rakyatnya melalui berbagai program, termasuk kata dia dalam memperbaiki rumah tidak layak huni yang anggarannya berasal dari pemerintah baik kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat. Kinerjanya tersebut dirasakan masyarakat dan akhirnya menimbulkan kecintaan dari warga.

Jaro Midun mengaku tidak menyangka warganya secara tiba-tiba merobohkan rumahnya. "Pada waktu itu saya ditelepon istri yang mengabarkan banyak warga datang ke rumah dan merobohkan rumah," kata dia.

Selepas itu, ia hanya bisa pasrah dan langsung memasak makanan untuk warga yang kerja bakti di rumahnya tersebut. Jaro Midun menerangkan, rumahnya tersebut memang sudah sejak lama tidak diperbaiki. Akibatnya rumahnya tersebut seringkali bocor saat hujan.

"Ada warga yang minta rumah (saya) diperbaiki, namun saya bilang masih menunggu rezeki dulu," ujar dia yang sebelum menjadi Kades berprofesi sebagai nelayan pencari ikan. 

Kini Jaro Midun untuk sementara tinggal di rumah saudaranya tidak jauh dari rumahnya yang dirobohkan warga. "Saya sangat terharu karena warga secara gotong royong membangun rumah," imbuh dia.


Sumber: Republika
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==