Mahasiswa Undip Bangun Desa Wisata di Bantul

Anak-anak sedang bermain engkrang di Desa Onggopatran, Minggu, (09/07/2017). Foto : Tim Agriventour

Mahasiswa News | Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di desa Onggopatran, Piyungan, Bantul, Yogyakarta, Minggu, (09/07/2017). Kali ini mereka membangun desa tersebut menjadi desa wisata melalui konsep “Pembangunan Desa Wisata Terpadu” dengan nama Agriventour (Agriculture and Adventure Tour).
Sejumlah mahasiswa yang menginisiasi program ini adalah Sepbrina Rizky Mutiasari (Peternakan 2014), Fatmawati Mustofa (Peternakan 2014),  Mela Ari Pertiwi (Peternakan 2015), Jihan Nabilah (Teknologi Pangan 2016) dan Setyoningsih Budirahayu (Teknologi Pangan 2016). Kegiatan yang mereka gelar merupakan “Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat yang didanai Dikti
Sepbrina Rizky Mutiasari, mengatakan, Onggopatran merupakan desa di Kecamatan Piyungan yang berada di sebelah Timur Laut dari Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang sebagian besar masyarakatnya adalah petani. Para petani tersebut menginginkan pengembangan desanya agar menjadi sebuah desa wisata, karena memiliki potensi sebagai desa wisata.
“Desa Onggopatran memiliki peternakan kambing Etawa (KTT Ngudi Makmur) yang dapat dijadikan sebagai sarana pengenalan bagi anak-anak TK tentang dunia peternakan,” kata Sepbrina.
Selain itu, tambahnya, terdapat aliran sungai yang cocok dijadikan sebagai tempat wisata bagi para wisatawan yang memiliki hobi outbond. Tidak jauh dari lokasi tersebut terdapat perpustakan komunitas yang diberi nama Ngudi Kawruh yang telah berdiri selama 12 tahun. Perpustakaan komunitas tersebut, selain dapat digunakan sebagai sarana membaca, juga dapat dijadikan sebagai sarana edukasi mengenai teknologi olahan hasil peternakan-pertanian.
“Yang paling menarik adalah di sekitar perpustakan komunitas terdapat kebun tanaman obat yang sedang di lombakan tingkat Kabupaten,” tambah Sepbrina.
Paket wisata Agriventour yang mereka tawarkan adalah, paket wisata yang di dalamnya terdapat beberapa rangkaian acara. Sejumlah acara tersebut seperti kunjungan ke rumah baca Ngudi Kawruh, kunjungan KTT Ngudi Makmur, kunjungan Tanaman Obat Keluarga (Toga) serta pelatihan pengolahan susu menjadi berbagai produk seperti yogurt, kefir, stick dan krupuk.
“Minggu (9/07/2017) kemarin misalnya, anak-anak Desa Onggopatran mencoba untuk bermain berbagai macam pemainan tradisional yang ada di sana. Selain itu anak-anak juga diajakan cara mengolah nugget dari rebung hasil olahan lokal,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan seperti, Sepbrina dan teman-teman berharap, anak-anak yang mengikuti kegiatan ini bisa fokus bermain dan meninggalkan gadgetnya. Sehingga bisa memiliki jiwa sosial. pada diri mereka.
“Kami juga berharap Desa Onggopatran bisa mejadi desa yang mandiri sebagai desa wisata pertanian terpadu,” tutup Sepbrina. (kk)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==