Ini Alasannya Kenapa HMI Tidak Pernah Ada di ITB

Dr.Miming Miharja, ST,M.Sc.Eng. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Alumni dan Komunikasi ITB (kiri) dan Prof.Ir.Bermawi Priyatna Iskandar, M.Sc.,Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB saat memberikan keterangan pers di Kampus ITB Bandung, Senin, (03/07/2017). 



Mahasiswa News | Institut Teknologi Bandung (ITB) melarang organisasi kemahasiswaan yang berafiliasi pada organisasi masyarakat atau politik manapun. Salah satunya adalah organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Oleh karena itu komisariat HMI di ITB tidak pernah ada.

“Peraturan kami seperti itu. Inilah upaya kami menjaga keberagaman,” ungkap Prof.Ir.Bermawi Priyatna Iskandar, M.Sc.,Ph.D.,  Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB dalam konferensi pers di kampus ITB, Senin, (03/07/2017).

Menurutnya, mahasiswa ITB itu berasal dari Sabang sampai Merauke, dari agama dan budaya yang sangat bervarasi. Jadi cara agar mahasiswa ITB duduk sama-sama untuk mengembangkan kapasistas dalam rangka pembangunan bangsa, caranya adalah menjadikan kebhinekaan menjadi suatu kekuatan.

“Dan caranya harus, toleran terhadap perbedaan. Karena perbedaan adalah suatu fakta yang menjadi warnanya indonesia. Itu bukan jadi suatu kelamahan tapi aset yang bagus untuk indonesia maju ke depan,” ungkap Bermawi.

Bermawi menjelaskan, tidak hanya organisasi mahasiswa Islam, organisasi mahasiswa Kristen dan lainnya juga tidak boleh. Namun bila ada mahasiswa menjadi anggota suatu Ormas itu haknya sebagaia individu.

“Bila di luar kampus silahkan saja. Tapi begitu dia ada tindakan yang melanggar, tentunya kami menggunakan pendekatan persuasif, kami akan sampaikan ini aturannya. Kalau mahasiswa masih mau tetap beraktifitas di ITB harus ditinggalkan, kalau tidak mahasiswa akan kami proses sesuai aturan di ITB,” tambahnya. (kk)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==