Ekonomi Keluarga Pas-Pasan, Tak Surutkan Langkah Miko Raih Kuliah

Ekonomi Keluarga Pas-Pasan, Tak Surutkan Langkah Miko Raih Kuliah (Foto: Dok. UGM)


Mahasiswa News | Berasal dari keluarga pas-pasan tak membuat Miko Andini Putra (19) patah semangat dalam meraih mimpi. Miko yang bermimpi menjadi pengusaha di bidang peternakan berjuang keras agar dapat meraih pendidikan tinggi.

Pria asal Sumatera Barat itu senang saat mengetahui namanya masuk dalam deretan calon mahasiswa program studi Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan UGM. Berkat semangat, tekad kuat dan kerja kerasnya, ia berhasil lolos melalui jalur SNMPTN.

Tak hanya itu, putra semata wayang pasangan Amdinar dan Ernida ini juga mendapat beasiswa Bidikmisi dari pemerintah. Miko pun dibebaskan dari biaya kuliah hingga selesai. tentu hal ini dapat meringankan beban kedua orang tuanya.

“Sejak lama memang ingin sekali bisa kuliah. Alhamdulillah, senang rasanya diterima kuliah di UGM bahkan tidak dipungut biaya sampai usia kuliah sehingga tidak membebani orang tua,” ujar Miko seperti dilansir dari laman UGM, Rabu (4/7/2017).

Keinginan untuk bisa merasakan bangku kuliah sudah ia cita-citakan sejak masih Sekolah Dasar (SD). Keinginannnya itu semakin menguat saat duduk di bangku SMA. Miko remaja sadar penghasilan ayahnya yang bekerja sebagai buruh di sebuah toko hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara sang ibu membantu dengan membuka usaha jahit, namun tak menentu penghasilanya tiap bulan.

Ia pun ingin mengubah jalan hidupnya melalui pendidikan, Dia yakin dengan kuliah bisa mengantarkannya menuju pintu kesuksesan.

“Saya ingin bisa membahagiakan orang tua, menaikkan haji mereka,” ucap alumnus SMA 1 Batusangkar ini saat ditemui di kediamannya di Bukit Gombak, Tanah Datar, Sumatera Barat,

Meski kondisi ekonomi keluarga sulit, Miko tak pernah minder atau patang semangat. Kondisi ini justru menjadi penyemangat baginya untuk berpretasi di sekolah sedari SD hingga SMA.

Saat di bangku SD dan SMP, Miko selalu masuk rangking 3 besar. Sementara saat SMA perjuangannya semakin berat, namun dia berhasil masuk 10 besar. Atas prestasinya itu dia memperoleh beasiswa pendidikan selama menjalani pendidikan.

Sang ibu, Ernida terharu sekaligus bahagia saat mengetahui buah hati satu-satunya itu diterima kuliah di UGM. Semula ia tidak menyetujui kenginan anaknya untuk melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Ditambah kondisi suaminya yang sejak beberapa tahun terakhir sakit-sakitan terkena tetanus.

“Sejak SD Miko mengutarakan keinginannya ingin kuliah. Namun saya bilang, nanti lah, tengok uang dulu,” jelasnya.

Kegundahan Ernida perlahan-lahan memudar tatkala mendengar kabar anaknya diterima kuliah tanpa dipungut biaya sepeserpun. Dia merasa sangat lega karena tidak khawatir lagi bagaimana membiayai Miko kuliah hingga usai.

Namun ia masih mengalami kesulitan membiayai kos selama di Yogja yang terbilang mahal. Sampai saat ini Miko belum mendapat kos yang sesuai dengan anggaran keluarga.

Kepada putranya, Ernida berpesan agar belajar dengan tekun. Dia berharap kuliah Miko bisa lancar dan setelah lulus nanti bisa cepat mendapatkan pekerjaan sesuai yang dicita-citakan. (ugm)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==