A True Story About Beras Maknyuss

Beras Maknyuss dan Ayam Jago


Oleh:
Arie Karimah

Saya bukan pelanggan beras tsb. Tapi di jaman edan ini, kebenaran harus disebarluaskan!

"Kabarnya saham PT. IBU anjlok dr Rp.2000,-/lembar menjadi Rp.400,-/lembar, menyusul penggerebekan polisi yg diliput media massa secara massif dg pemberitaan yang intens.

Distributor di berbagai kota yang biasanya berani mengambil banyak beras maknyus, sekarang tiarap.

Saat ini beras PT. IBU menumpuk di gudang, di truk yang dalam perjalanan sementara penggerebekan terjadi.

Kabarnya juga petani yg selama ini menjual berasnya ke PT. Tiga Pilar Sejahtera Food (TPSF) merasa diuntungkan karena gabah basah petani langsung dibeli dengan harga yang tinggi. Ada harapan peningkatan kesejahteraan petani. Hilang kekhawatiran mereka dari kerugian akibat harga gabah yang anjlok.

PT. TPSF membeli gabah basah yang baru panen dari sawah, langsung diangkut truk, ditimbang di pabrik, masuk ke mesin oven sampai keluar beras siap jual, tanpa trsentuh tangan. Tanpa mengoplos..!

PT. TPSF bukan sekedar bergerak di unit usaha pengolahan beras, tapi juga bihun dan makanan ringan. Sehingga keberadaan mereka di sragen menyerap banyak tenaga kerja setempat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. PT. TPSF juga berencana mengembangkan unit usaha mereka sampai ke luar negeri.

PT. TPSF cukup mandiri dalam mengembangkan usahanya, sampai-sampai mereka punya pembangkit listrik sendiri dengan nama PT. Patra Power, sehingga tak tergantung dengan PLN. Kenaikan TDL yang menggila tak pengaruh untuk mereka.

PT. TPSF juga memberikan manfaat buat masyarakat setempat dengan menyuplai beras berkualitas secara gratis kepada panti asuhan yang ada di desa pungkruk, sragen. Hari ini ratusan anak-anak panti asuhan berdo'a bersama untuk keselamatan PT. TPSF dari fitnah keji yang ditujukan demi kepentingan tertentu.

Penggerebekan yang dramatis itu sendiri terjadi secara bertahap dari polsek hingga akhirnya mabes polri dengan label satgas pangan, seperti satgas gabah TNI AD. Dalam doktrin pertahanan nasional, ketahanan pangan memang masuk sebagai salah satu dimensi, tapi dapat juga menjadi 2 mata pisau, yang menjaga ketahanan pangan atau bertindak berlebihan terhadap pengusaha pangan demi keuntungan tertentu dari pihak-pihak tertentu.

Keberadaan Anton Apriantono dan Bondan Winarno sebagai petinggi PT. TPSF, yang keduanya merupakan anggota parpol oposisi pemerintah juga ditengarai menjadi motif dihancurkannya image PT. TPSF.

Saat ini petani dalam kekhawatiran, jika PT. IBU & PT. TPSF ditutup siapa yang akan peduli dengan petani, membeli gabah basah dengan harga tinggi, sementara iklim pertanian kita yang masih sering mengancam kerugian petani dengan anjloknya harga gabah?

Ayo kawans.. kita makan ramai-ramai beras maknyus, yang rasanya memang maknyus..!!

Bantu petani sejahtera".

Ditulis dari cerita Dwi Parita Qthul asli sragen, daerah di mana PT. TPSF menyelenggarakan bisnisnya dan sekaligus memberi manfaat bagi warga sekitar.

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==