#SayaPancasila Omong Kosong, Asing-Aseng Merampok Hak Rakyat Dibiarkan

Ilustrasi Saya Pancasila #SayaPancasila


Oleh:
Nida Husnia R. 
Mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Jember

#saveNKRI, #pancasila, #bhinnekatunggalika, dan lain-lain adalah trend hastag yang sedang ramai digunakan pengguna sosial media didunia maya. Di kehidupan nyata pun, #saveNKRI banyak disuarakan oleh berbagai kalangan mulai dari tokoh-tokoh masyarakat hingga bapak-bapak tukang becak.

Bila mendengar celoteh “jaga negeri” dari mereka, seolah kita menjadi berapi-api ikut semangat menjaga NKRI yang kita sayangi. Bila menyaksikan khutbah “jaga bumi nusantara” kita jadi termotivasi dengan nostalgia semangat para pejuang dimasa ’45.

Benar, telah menjadi kewajiban seluruh warga negara untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa. Telah menjadi tugas utama setiap warga negara untuk membela kehormatan bangsa.

Namun, bukankah selama ini slogan-slogan cinta Indonesia hanyalah sebatas ungkapan belaka? Sebab jika melihat realita yang ada, merasa miris, bangsa ini sebenarnya tersakiti dan justru mereka yang gencar menyuarakan save our NKRI tak ada yang membela, kecuali mereka yang sadar akan hadirnya penjajah ala modern.

Pemerintah pun lalai dalam menjalankan tugasnya, sebab bila terbukti lihai dan cekatan, tak mungkinlah Indonesia ini dirundung masalah. 70 tahun lebih indonesia merdeka, lantas apa yang didapatkan?

Tambang emas Freeport yang diberi izin untuk diperpanjang oleh pemerintah. Lha?? katanya cinta Indonesia? Tapi, bila kekayaan alam dihabiskan negeri lain, mengapa tak ditindak saja?

Indonesia dipromosikan dengan kekayaan alam dan budayanya, lalu menjalin kerja sama dengan asing agar mereka menjadi boss perusahaan sedang pribumi bekerja sebagai buruhnya. Katanya cinta Indonesia?

Tapi mengapa pemodal asing dibiarkan berfoya-foya dengan hasil bumi Nusantara, sedang rakyat sendiri dibiarkan kelaparan dan tak berkecukupan?

Semakin hari tak jua mensejahterahkan warga negara, yang dirasa rakyat hanya derita belaka. Baru-baru ini tarif listrik dan airpun naik.

Indonesia memang negeri aneh, kata mereka kita kaya dan subur alamnya, namun kekayaan itu tak pernah berimbas rata pada rakyatnya. Jadi, slogan #cintaNKRI, #SayaPancasila terbukti bohong, buktinya kerusakan SDA dan SDM Indonesia tak menjadi urusan urgen bagi pemerintah.

Tak ada rasa khawatir bila Indonesia sekarang atau nanti akan dijajah kembali sebagaimana dulu kita pernah dijajah Belanda dan Jepang.

Slogan #SayaPancasila pun terbukti omong kosong, sebab mana geliat menjaga Indonesia? Asing aseng yang merampok hak rakyat pun dibiarkan.

Diluar pemerintah, para pengaku #SayaPancasila juga tak pernah berusaha menjaga NKRI, malah dengan senang hati mencekoki generasi penerusnya dengan ajaran-ajaran western.

Justru yang apabila dengan kritis mengkritik kinerja pemerintah dan anggota parlemen yang melenceng akan dikenakan sanksi. Mereka yang dengan getol menyuarakan pengembalian hak rakyat, malah dianggap makar dan mengancam NKRI.

Sungguh aneh, tapi memang beginilah kenyataannya. Sistem kapitalisme membuat kita terpaksa tunduk pada kemauannya. Dibodoh-bodohi oleh siasatnya. Dan apabila enggan untuk patuh kepadanya, kelak akan ditendang sejauh mata memandang.
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==