MAN 1 Magelang Bebaskan Biaya Duta, Anak yang Daftar Pakai Uang Receh

Eka Duta Prasetya (15) remaja asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, yang mendaftar sekolah pakai uang receh hasil tabungannya sejak kelas 6 SD, Rabu (21/6/2017).(Kompas./Ika Fitriana)



Mahasiswa News | MAN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, akhirnya membebaskan biaya seragam Eka Duta Prasetya (16) setelah mengetahui Duta mengumpulkan uang Rp 1.000 sejak sekolah dasar (SD) agar bisa melanjutkan sekolah.

Uang receh senilai Rp 1 juta milik Duta dikembalikan lagi dalam bentuk tabungan di Bank BRI Unit Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

"Uang Rp 1 juta yang tadinya untuk seragam kami kembalikan, tapi dalam bentuk tabungan, supaya bisa digunakan Duta untuk kebutuhan yang lebih penting. Sementara uang seragam sudah kami bebaskan," kata Kepala MAN 1 Kota Magelang, Kasnawi, Rabu (21/6/2017).

Selain itu, remaja asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang itu tidak akan dipungut biaya pendidikan. Semangat belajar yang tinggi serta ketekunan Duta membuat sekolah mengambil kebijakan itu.

"Biaya jangan menjadi kendala untuk sekolah. Yang penting, anak masuk dulu dan nanti akan dibina. Karena anak ini memiliki akhlak yang baik, semangatnya tinggi, nilai akademis tidak menjadi soal," ucapnya.

Agung Dwi Lasmono, guru MAN 1 Kota Magelang menambahkan, Eka Duta Prasetya berasal dari keluarga kurang mampu. Dia tinggal di rumah kontrakan bersama ayah dan seorang nenek, sekitar 10 kilometer dari MAN 1 Kota Magelang.

"Kami sudah survei ke rumahnya, kami tanya ke tetangga-tetangganya, dan benar memang Duta layak diberi kemudahan pendidikan. Biar uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya," tutur Agung.

Selain tekun, lanjut Agung, Duta dikenal sebagai anak yang berbudi pekerti luhur dan shaleh. Dia sering mengumandangkan azan dan mengaji di masjid dekat rumahnya. Duta pun begitu menyayangi keluarga, terutama nenek dan ayahnya yang tinggal serumah.

Bahkan, uang tabungan Duta sering dipakai untuk keperluan berobat sang Nenek yang sedang menderita sakit komplikasi. "Di lingkungan rumah, Duta itu aktif ke masjid, kalau tadarus juga rajin," tutur Agung yang selalu mendampingi Duta.

Setelah foto Duta viral di media sosial sejak Selasa (20/6/2017), banyak yang menaruh simpati kepada remaja itu. Duta tidak perlu lagi bersedih karena kesulitan biaya pendidikan. Para guru di MAN 1 Kota Magelang dan banyak pihak yang membantunya.

"Ada yang bersedia menjahitkan seragam Duta, ada yang memberi bantuan dana, dan lain sebagainya. Kami berharap kisah Duta menjadi inspirasi masyarakat terutama anak-anak remaja," tuturnya.

Hariyadi, Kepala BRI Unit Payaman, mengemukakan bahwa tabungan "recehan" sudah atas nama Duta sendiri. Menurutnya, Duta kini bisa menabung di bank atau bisa mengambil tunai tanpa harus membuka celengan (kaleng kue).

"Duta sekarang tinggal ke sini (BRI Unit Payaman) kalau mau nabung ya, kalau kesulitan langsung ketemu saya ya. Saya pasti bantu," tandas Hari.

Eka Duta Prasetya mengaku bahagia bisa mempunyai tabungan sendiri. Dia berterimakasih kepada pihak sekolah dan warga yang telah membantu biaya pendidikannya. Dia juga berjanji akan belajar dengan baik agar tidak mengecewakan semua orang yang telah membantunya.

"Saya senang, bersyukur sekali sama Allah, karena banyak yang membantu. Sekolah juga menerima saya," ujar alumnus MTs Kota Magelang yang bercita-cita menjadi pakar teknologi informatika itu. 




Sumber: Kompas
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==