Kecam Kriminalisasi Ulama dan Aktifis, Mahasiswa Siap Desak Sidang Istimewa

Kecam Kriminalisasi Ulama dan Aktifis, Mahasiswa Siap Desak Sidang Istimewa


Mahasiswa News | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Presidium Mahasiswa Bela Rakyat, Minggu (18/6/2017) di sekretariat Fokal IMM Jakarta Pusat, menggelar diskusi kebangsaan yang di hadiri Tokoh aktifis nasional Sri Bintang Pamungkas (SBP) dengan tema‘ Luruskan Kiblat Bangsa dan Tarik Mandat Jokowi.

Dalam diskusi SBP mengajak mahasiswa untuk melakukan gerakan yang konstitusional mendesak MPR RI menggelar sidang istimewa (SI) untuk menurunkan Jokowi dari jabatannya sebagai Presiden RI.

“UUD 45 memberikan ruang untuk itu. Ini bukan makar kalau kita mendesak Sidang Istimewa (SI). Bung Karno dulu di turunkan melalui SI dan tak ada satu orangpun yang di tangkap dan di tuduh makar dan pak Harto saat 98 jika menolak mundur pasti juga akan dipaksa turun lewat SI. Maka tak ada alasan untuk takut di tuduh makar. Kita hanya butuh 200.000 orang untuk menduduki gedung MPR RI”, seru SBP yang disambut takbir oleh mahasiswa.

Setelah diskusi mahasiswa kemudian mendeklarasikan Presidium Mahasiswa Bela Rakyat (PMBR).

Dalam pernyataannya Anhar Tanjung ketua Presidium Mahasiswa Bela Rakyat mengatakan, mengutuk kepada pihak pemerintah yang pada saat ini telah mengkriminalisasi serta mempolitisasi para Ulama, tokoh Nasional, Aktifis Mahasiswa serta Ormas Islam.

“Kami dari para mahasiswa yang memiliki hak konsitusi untuk menyuarakan kebenaran, bahwasanya Mahasiswa sebagai agent of change, agent of social control dan iron stock yang dilindungi oleh Undang-Undang”, sebut Anhar.

Anhar menegaskan, Pada tanggal 18 Juni 2017 kami dari Mahasiswa akan mendeklarasikan Presidium Mahasiswa Bela Rakyat, dikarenakan rezim Jokowi ini semakin jelas memperlihatkan ketidak adilan dalam menampung apsirasi rakyat dan juga semakin bersikap arogansi terhadap para ulama, tokoh Nasional, Aktifis Mahasiswa serta Ormas Islam.

Maka dari itu sudah saatnya kami para mahasiswa bangkit mempertahankan marwah kebenaran agama demi keutuhan NKRI, Sehingga ulama dan masyarakat tidak sendiri dalam memperjuangkan kebenaran ini.

Jika para mahasiswa dan rakyat hanya terdiam melihat penjajahan modern dan tirani boneka bangsa asing terus berkuasa, sehingga menanamkan racun penderitaan masa depan anak cucu kita maka mahasiswa tesebut tak lain seorang kambing yang cintanya hanya sebatas kata kata.

“Jika memang engkau cinta masa depan bangsa dan anak cucumu maka mari kita menyalurkan kebenaran walaupun harus mempertaruhkan nyawa demi sebuah torehan sejarah bertintakan emas untuk masa depan anak cucu kita, agama dan keutuhan NKRI”, seru Anhar.

“Sudah tiba saatnya mahasiswa bergerak untuk meluruskan kiblat bangsa dan tarik mandat Jokowi”, pungkasnya. (ka)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==