Kasus Persekusi, Bang Japar Desak Matusin & Hardian Harus Diitangguhkan Penahanannya

Kasus Persekusi, Bang Japar Desak Matusin & Hardian Harus Diitangguhkan Penahanannya


Mahasiswa News | Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (LBH Bang Japar) sambangi Polda Metro Jaya menjenguk Matusin tersangka kasus persekusi di Cipinang Muara.

Pada kesempatan itu tim LBH Bang Japar juga menyambangi tersangka lain nya yaitu Hardian Pratama (22 tahun) kasus muslim Cyber Army (MCA).

Kedatangan Tim LBH Bang Japar bersama puluhan anggota Bang Japar yang didampingi juga oleh Sekjen Bang Japar Ust. Eka Jaya.

Dalam Kesempatan Itu Direktur LBH Bang Japar Adv. Juju Purwantoro yang sekaligus sebagai Kuasa Hukum dari Hardian Pratama mengatakan,proses penangkapan dan penahanan klien kami sangat dipaksakan, yang seharusnya dilakukan melalui proses pemeriksaan lebih dahulu.

Klien kami tidak diperlakukan layaknya seorang penjahat kelas kakap atau teroris, karena klien kami ditangkap dan digiring menjelang subuh tanpa melalui prosedur yang diatur dalam KUHAP.

“Penangguhan penahanan klien kami harus segera direalisasikan oleh penyidik”, Ujar Juju pada awak media, Selasa (6/6/2017).

Dalam kasus Matusin Lanjut Juju, tidak ada diatur dalam hukum positif indonesia istilah persekusi sehingga tidak tepat istilah itu disangkakan kepada saudara Matusin, demikian halnya polisi tidak bisa mencari alasan lain misalnya menerapkan begitu saja terhadap Matusin dalam pelanggaran UU perlindungan anak, tegasnya.

Sementara di kesempatan yang sama Sekertaris LBH Adv. H. Samsudin Abdullah menegaskan, harus ada penanganan khusus terhadap Hardian karena mengingat kondisi fisik yang bersangkutan cacat sejak kecil yakni yang bersangkutan menderita distabilitas dan pada saat penahanan itu klien kami telah tiga kali jatuh, dan terkena kepalanya sehinga dapat membahayakan jiwanya.

Ust. Eka Jaya, Sekjen Bang Japar menambahkan, penahanan Matusin dkk ini tidak relevan karena ini kasus sebab akibat, ada asap pasti ada api, artinya orang yang pertama membuat menyalakan api harusnya dihukum maksimal.

“Ini membuat keyakinan dan persepsi masyarakat bahwa ada yang melindungi dalam semua ini”, serunya. (ka)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==