IMM: KPK Jangan Jadi Tempat Orderan Kasus

IMM: KPK Jangan Jadi Tempat Orderan Kasus | Foto: Google.


Mahasiswa News | Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merasa bahwa penjelasan yang diberikan KPK kepada utusan Amien Rais belum begitu jelas. Pasalnya, penyebutan nama di dalam dakwaan  tetap menyisakan persoalan. Apalagi, sejauh ini Amien Rais belum pernah dimintai keterangan. Ada kesan, Kasus MAR ini pesanan dari pihak-pihak tertentu. Dugaan kami, sepertinya ini politik balas dendam kepada para tokoh aksi bela Islam pada saat pilkada yang lalu, dan upaya untuk menghentikan sikap kritis pak Amin. Terkait kondisi kebangsaan hari ini. Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Taufan Putra Revolusi Korompot, melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (06/06/17).

“Karena itu, IMM meminta agar KPK bisa memberikan penjelasan yang memadai. Terutama, karena pimpinan KPK tidak mau menerima Amien Rais yang secara sukarela mau memberikan penjelasan. Ini membuktikan ada sesuatu yang tidak beres dalam penyebutan nama Amien Rais di persidangan.” Tutur Taufan.

IMM berharap para hakim betul-betul cermat dalam menangani masalah ini. IMM meyakini bahwa para hakim masih dapat dijadikan tumpuan harapan dalam proses mencari kebenaran dan keadilan. Peran hakim dalam hal ini sangat penting dalam menciptakan suasana kondusif di masyarakat.

“Terakhir, Jaksa Ali Fikri harus  memberikan klarifikasi dan bertangung jawab., fakta persidangan yang mana yang menyebut Muhammadiyah secara kelembagaan. Kami masih belum bisa menerima. Organisasi Muhammadiyah tak pernah diributin saat sidang, namun muncul saat pembacaan dakwaan. Dikaitkaitkan dengan SFS dan nama-nama yang lain. Sangat tendensius.” Tegas Taufan.

“Kami berharap KPK tetap menjadi lembaga Independen, bukan bumper Kekuasaan, alat politik, atau tempat terima orderan kasus. Buktikan itu dengan penegakkah hukum tanpa tebang pilih. ungkap mega skandal korupsi di Republik ini.” Tutupnya. (kp)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==