FDMI : Raih Doktor Tak Susah, Tapi Jumlah Doktor Indonesia Masih Minim

Ketua Umum Forum Doktor Muda Indonesi (FDMI), Dr Jaswadi M Si


Mahasiswa News | Ketua Umum Forum Doktor Muda Indonesi (FDMI), Dr Jaswadi M Si menyebutkan proses penyelesaian pendidikan doktor tak sesulit yang dibayangkan sejumlah orang.

Pun demikian, masih sangat disayangkan mengingat jumlah doktor muda di Indonesia masih minim bila dibandingkan dengan rerata total penduduk yang ada.

“Problema ini menjadi salah satu concern kami dengan harapan ketertarikan masyarakat terhadap pendidikan doktor dapat meningkat,” ujar doktor muda asal Aceh Selatan ini, Rabu (7/6/2017).

Menurut Jaswadi, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk membuka kran partisipasi publik dalam meraih program doktoral.

Program beasiswa pemerintah, baik melalui pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah seperti Program Beasiswa DIKTI dan LPDP merupakan sarana yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menambah jumlah doktor di Indonesia.

Disamping itu tentunya program program beasiswa mandiri lainnya juga bisa diakses secara langsung, baik ke universitas yang ingin dituju, yayasan, maupun kesempatan yang disediakan oleh negara negara tertentu melalui kedutaannya.

“Ini harus benar benar dimanfaatkan. FDMI berkomitmen memfasilitasi para calon Doktor muda untuk meraih akses beasiswa tersebut,” sebut Jaswadi.

Dia berharap, kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pendidikan Doktor dapat memenuhi target pencapaian kuantitas Doktor sebanyak 250.000 doktor pada 2025 nanti.

“Jumlah saat ini masih kurang dari 100.000 doktor,” tutupnya. (ka)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==