Cerita 3 Mahasiswa Lulus Cepat dengan IPK Tinggi di Usia Muda

Cerita 3 Mahasiswa Lulus Cepat dengan IPK Tinggi di Usia Muda / dok. UNY


Mahasiswa News | Meraih gelar kelulusan dengan predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, usia termuda, dan masa studi tercepat tentu menjadi suatu kebanggaan. Bukan hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada orangtua. Pasalnya, demi mendapatkan itu semua diperlukan kerja keras dan disiplin waktu yang tinggi.

Hal itulah yang dilakukan para wisudawan dan wisudawati di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mereka adalah Nita Lestari, Tiyas Dwi Setiawan, dan Septi Puji Rahayu yang masing-masing meraih gelar sarjana dengan predikat IPK tertinggi, masa studi tercepat, dan usia termuda.

Peraih IPK tertinggi, Nita membocorkan bagaimana caranya meraih IPK hingga 3,89. Perempuan kelahiran April 1994 itu mengaku selama ini belajar saat dini hari yakni dari pukul dua pagi hingga pukul tiga.

“Karena suasana sepi, sehingga materi lebih mudah dipelajari,” ungkapnya dilansir dari laman UNY, Rabu (31/5/2017).

Sementara gelar sarjana dengan predikat lulus tercepat dipegang oleh Tiyas yang menghabiskan masa studinya selama tiga tahun enam bulan. Untuk bisa lulus dalam waktu singkat, kata Tiyas, strateginya adalah mengambil paket SKS maksimal.

“Usahakan agar indeks prestasi bisa lebih dari 3 untuk mengambil SKS maksimal. Dan saya selalu mengambil 24 SKS per semester,” jelas pria kelahiran Magelang tersebut.

Sedangkan peraih gelar sarjana termuda jatuh pada Septi yang baru saja menginjak usia ke 20. Bukan hanya wisudawati termuda, gadis kelahiran September 1996 itu juga meraih IPK tinggi yakni 3,82. Rupanya, Septi telah memasuki sekolah TK sejak usianya di bawah lima tahun dan saat SMA ia juga duduk di kelas akselerasi. 




Sumber: UNY
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==