Wiranto: Kampus Berpotensi Jadi Ancaman Baru Indonesia

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto


Mahasiswa News | Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan saat ini kampus berpotensi menjadi ancaman baru di Indonesia. Hal itu, kata Wiranto, mungkin saja terjadi apabila kampus menjadi sasaran pembinaan bagi ideologi-ideologi selain Pancasila.

Baca juga: (Rektor Ancam Sanksi Mahasiswa Demo 20 Mei)

"Ada kecenderungan bahwa kampus sekarang ini menjadi sasaran dari suatu pembinaan-pembinaan, yang saya anggap sebagai bagian dari ancaman baru Indonesia. Karena ada masukan-masukan yang berbicara masalah-masalah ideologi negara," ujar Wiranto setelah menggelar acara Coffee Morning bersama Forum Wakil Rektor Kemahasiswaan yang berlangsung di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Kamis (4/5/2017).

Wiranto mengatakan ideologi bangsa tak perlu dipermasalahkan. Sebab, dia menegaskan, sudah jelas ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila.

"Sudah kita pastikan dan sudah kita sampaikan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara, ideologi NKRI harga mati," tegasnya.

Wiranto menjelaskan Pancasila bukanlah sekadar slogan belaka. Menurutnya, Pancasila merupakan sesuatu yang sangat fundamental bagi keberlangsungan bangsa.

"Itu kan sesuatu bukan hanya slogan, tapi sesuatu yang sangat fundamental karena sebagai bagian dari UUD yang kita sepakati bersama. Oleh karena itu, tatkala ada suatu masukan-masukan lain di kampus yang mencoba membelokkan atau mengganggu atau katakanlah mencoba untuk meng-compare ideologi negara ini dengan ideologi yang lain, yang merupakan alternatif, ini yang kita cegah, nggak bisa," katanya.

Untuk itulah, kata Wiranto, dia menggelar diskusi bersama pihak kampus. Tujuannya untuk mengembalikan kehidupan kampus yang semestinya, yakni yang penuh dengan pembinaan tentang kebangsaan, bukan malah sebaliknya.

"Oleh karena itu, saya mengundang para wakil rektor kemahasiswaan untuk menjadikan ini suatu isu bersama yang harus kita hadapi, karena justru di tangan-tangan beliau itulah sebenarnya pembinaan mahasiswa ini terus berlanjut," tuturnya.

"Kita sepakat bahwa kita akan mengembalikan satu kehidupan kampus yang juga memang diisi dengan satu pembinaan kebangsaan yang terus intens. Kita juga sampaikan bahwa masa depan bangsa ini ada di tangan para mahasiswa, yang merupakan para generasi baru yang akan mengawal negeri ini," sebutnya. 





Sumber: Detik
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==