Tolak Dibubarkan Polisi, Mahasiswa: Apa Perlu Kami Pakai Baju Kotak-Kotak?

 Massa aliansi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menolak untuk membubarkan diri


Mahasiswa News | Massa aliansi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menolak untuk membubarkan diri demonstrasi yang mereka gelar di depan Istana Jalan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017).

Baca juga: BEM Seluruh Indonesia Hingga Malam Ini Masih Bertahan di Depan Istana

Hal itu terjadi setelah Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol. Suyudi Ario Seto mengimbau melalui pengeras suara kepada mahasiswa untuk segera membubarkan diri karena waktu untuk berdemonstrasi sudah habis.

“Kepada rekan-rekan mahasiswa, saya Kapolres Jakarta Pusat mengimbau, rekan-rekan untuk meninggalkan lokasi. Segera pulang ke rumah masing-masing,” kata Suyudi kepada massa mahasiswa.

Baca juga: Ini Kajian BEM Seluruh Indonesia yang Mendasari Aksi 22 Mei

Mendengar hal itu, mahasiswa malah menyoraki imbauan Kapolres Jakarta Pusat tersebut. Menurut mahasiswa, mereka masih tetap akan ada di lokasi sampai perwakilan beberapa presiden mahasiswa yang masuk ke dalam istana selesai diterima.

“Kami tetap akan di sini hingga perwakilan presiden mahasiswa selesai diterima,” kata seorang amahsiswa, orator aksi di atas mobil komando.

Baca juga: Ini Kampus-Kampus yang Turut Andil pada Aksi 22 Mei

Tak lama setelah itu, Kapolres Jakarta Pusat kembali memperingatkan massa untuk segera bubar.

Menjawab peringatan yang kedua kalinya, mahasiswa tetap menolak bubar.

“Apa perlu kami pakai baju kotak-kotak?  Apa perlu kami bakar lilin dulu supaya tidak dibubarkan?” ucap mahasiswa.

“Keadilan bukan hanya untuk baju kotak-kotak betul? Keadilan bukan hanya untuk yang bawa lilin betul?” kata mahasiswa.

Selanjutnya, mahasiswa melanjutkan aksi dengan menggelar shalat Isya berjamaah dijalanan.  (rit)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==