Rektor Ancam Sanksi Mahasiswa Demo 20 Mei

Rektor Universitas Tanjungpura Prof Dr Thamrin Usman DEA, dok. Untan


Mahasiswa News | Rektor Universitas Tanjungpura Prof Dr Thamrin Usman DEA meminta kepada mahasiswa di kampus tersebut untuk tidak turut dalam demonstrasi pada tanggal 20 Mei mendatang. Bahkan pihaknya siap mengambil tindakan tegas terhadap mahasiswanya. “Sebagai pemimpin Untan saya akan bertindak dan memberikan sanksi keras untuk mereka yang berdemo. Bahkan bisa dikeluarkan dari kampus ini kalau masih bersikeras,” ujarnya, kemarin (11/5/2017).

Baca juga (Wiranto: Kampus Berpotensi Jadi Ancaman Baru Indonesia)

Tindakan ini, kata dia, berlaku untuk seluruh mahasiswa tanpa memandang identitas kesukuan dan agamanya. “Ini berlaku untuk semuanya, jangan melakukan tindakan yang memperkeruh keadaan dan kontraproduktif. Tugas mahasiswa itu utamanya adalah belajar. Kalau ada kegiatan di luar belajar harus kegiatan positif dan membangun,” tegas dia.

Terkait kapasitasnya sebagai Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalbar, Thamrin menyebut pihaknya sudah menggelar pertemuan dan mengambil sikap. ICMI Kalbar, kata dia, menyatakan keprihatinannya atas dinamika yang terjadi saat ini. “Pidato Pak Gubernur yang tersebar melaluo rekaman video di media sosial direspon masyarakat dengan beranekaragam. Respon emosional yang ada cukup mengkhawatirkan, baik dari yang pro dan kontra. Kami dari ICMI tidak berharap respon itu menjadi kontraproduktif,” katanya.

Dia meminta semua pihak menahan diri dan mengutamakan dialog dalam menyelesaikan masalah ini. “Kami berharap jangan ada respon berlebihan yang malah menjadi kontraproduktif, sehingga akibatnya berdampak buruk pada kondisi sosial dan ekonomi kita. Keamanan adalah kunci dalam aktivitas kita sehari-hari,” ungkapnya.

Terkait rencana aksi pada 20 Mei, menurut dia, pengumpulan massa besar-besaran bisa berpotensi menimbulkan gesekan. Apalagi apabila di dalamnya ada pihak yang tidak bertanggung jawab dan sengaja menimbulkan chaos. “Kita tidak ingin ada konflik horizontal di Kalbar. Kalbar sedang membangun, dan kita sedang berusaha bangkit dalam pembangunan ekonomi dan manusia. Apalagi saat ini peringkat IPM kita nomor rendah di nasional dan nomor buncit di Kalimantan. Kalau ditambah yang begini-begini tentu tidak bagus,” ujarnya.

ICMI meminta aparat negara untuk mencegah jangan sampai aksi tersebut merembet kemana-mana. Organisasi yang berisi kaum intelektual   aksi tanggal 20 kami mintakan untuk verifikasi dan crosscheck apa betul ada imbauan aksi tersebut. Siapa yang menjadi komandan aksi? Siapa yang bertanggungjawab? Kalau tidak tahu siapa yang menggerakan, maka anggaplah itu sebagai kabar burung atau hoax,” pungkasnya. (ars)

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==