Dibalik Aksi Mahasiswa 22 Mei 2017

Dibalik Aksi Mahasiswa 22 Mei 2017


Mahasiswa News | Momentum Hari Kebangkitan Nasional dan memasuki tahun ketiga kepemimpinan Jokowi-Jk dimaknai sebagai ajang untuk evaluasi terhadap kinerja, khususnya nawacita, dengan menggelar aksi membawa misi "Tugu Rakyat" yakni Tujuh Gugatan Rakyat, di depan Istana Jalan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017). Masa aksi yang datang mencapai Puluhan ribu, tercatat Empat puluh dua kampus dari seluruh Indonesia. 

Baca juga: Ini Kampus-Kampus yang Turut Andil pada Aksi 22 Mei

Massa aksi di luar melakukan orasi ilmiah secara bergantian lewat perwakilan kampus yang hadir siang itu. Di tengah aksi yang dramatis dan heroik untuk mengkritisi pemerintahan, para mahasiswa ini menyempatkan salat berjamaah. Tak hanya itu tepatnya saat menunggu perwakilan beberapa presiden mahasiswa yang masuk ke dalam istana selesai diterima, para mahasiswa terlihat meluangkan waktunya untuk mendekatkan dirinya dengan Allah dengan membaca ayat suci Al-Qur'an.

Aksi berlangsung tertib, namun sempat ada penolakan pembubaran demonstrasi karena waktu telah habis.Hal itu terjadi setelah Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol. Suyudi Ario Seto mengimbau melalui pengeras suara kepada mahasiswa untuk segera membubarkan diri karena waktu untuk berdemonstrasi sudah habis.

Baca juga: Tolak Dibubarkan Polisi, Mahasiswa: Apa Perlu Kami Pakai Baju Kotak-Kotak?

“Kepada rekan-rekan mahasiswa, saya Kapolres Jakarta Pusat mengimbau, rekan-rekan untuk meninggalkan lokasi. Segera pulang ke rumah masing-masing,” kata Suyudi kepada massa mahasiswa.

Mendengar hal itu, mahasiswa malah menyoraki imbauan Kapolres Jakarta Pusat tersebut. Menurut mahasiswa, mereka masih tetap akan ada di lokasi sampai perwakilan beberapa presiden mahasiswa yang masuk ke dalam istana selesai diterima.

Baca juga: Ini Kajian BEM Seluruh Indonesia yang Mendasari Aksi 22 Mei

“Kami tetap akan di sini hingga perwakilan presiden mahasiswa selesai diterima,” kata seorang mahasiswa, orator aksi di atas mobil komando. (rit)

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==