​Mahasiswa Peserta Aksi Tolak Reklamasi Jakarta alami Gegar Otak

Muhammad Dimas Alwan mahasiswa Jurusan Teknik Grafika Penerbitan PNJ angkatan 2016  korban dari tindakan represif aparat


Mahasiswa News | Salah satu Mahasiswa peserta Aksi Tolak Reklamasi alami Gegar Otak Ringan akibat tindakan represif aparat saat kericuhan terjadi di depan Balai Kota Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Sekitar 300 mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia se-Jabodetabek-Banten (BSJB) menggelar aksi bertemakan “Reklamasi Untuk Siapa?” Ini berujung ricuh ketika salah satu oknum aparat melayangkan tendangan kepada salah satu peserta dan membuat suasana menjadi tegang, hal ini sesuai dengan isi siaran berita dari Kominfo BEM UNJ.

Muhammad Dimas Alwan mahasiswa Jurusan Teknik Grafika Penerbitan PNJ angkatan 2016 adalah korban dari tindakan represif aparat tersebut. Sampai berita ini diturunkan (7/4/2017), Dimas masih terbaring di RSUD TARAKAN karena alami gegar otak ringan.

“Setelah sampai di Tarakan, Dimas ditangani oleh dokter Jaga di IGD lalu dapat tindakan CT Scan. Hasilnya adalah gegar otak ringan”. ucap Gilang salah satu Kawan Dimas yang mendampingi di RS Tarakan.

Berdasarkan pantauan, terlihat aparat berada di bagian administrasi RS Tarakan guna proses pengobatan Dimas.

Aksi yang melibatkan kampus Jabodetabek dengan peserta Ratusan ini membawa 2 tuntutan :

1. Melakukan transparansi informasi dan kajian terkait Reklamasi Teluk Jakarta.
2. Menolak keras Reklamasi Teluk Jakarta, karena disinyalir tidak ada kepentingan rakyat di dalamnya.

Mahasiswa masih tetap akan fokus mengawal isu Tolak Reklamasi dan akan meminta pertanggungjawaban aparat terkait aksi represif terhadap mahasiswa. (BEM SI BSJB)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==