KAHMI: Kriminalisasi Ulama untuk Memperlemah Kekuatan Politik Islam



Mahasiswa News | Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jaya, Mohamad Taufik, mengatakan bahwa kelompok pro terdakwa penista agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan penasihat hukumnya telah mengkriminalisasi pemimpin politik dan tokoh masyarakat.

“Termasuk pemimpin Islam kontra Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017,” katanya, di Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Hal ini tercermin dari rencana Ahok dan tim hukumnya dalam melaporkan Ketum MUI yang juga Rais Aam PBNU, Maruf Amin, ke polisi dengan dalih memberikan keterangan palsu.

Menurut Taufik, hal tersebut dilakukan dalam upaya memperlemah kekuatan politik Islam dan kelompok-kelompok politik yg menggerus atau mengurangi elektabilitas Ahok dalam pilkada DKI.

Lebih lanjut, ia mengatakan, upaya kriminalisasi tersebut mempunyai dua sasaran utama.

Pertama, membangun opini publik, khususnya majelis hakim, bahwa Fatwa MUI yang menyebut Ahok menistakan Al Quran adalah bohong, sehingga gugur demi hukum.

“Jika para hakim percaya, mereka berharap para hakim membebaskan terdakwa Ahok dari sanksi hukum,” beber Taufik.

Padahal, katanya mengingatkan, keputusan MUI tersebut dirapatkan selama 10 hari dan bukan keputusan perorangan.

“Tetapi, kolektif melalui mekanisme pembentukan tim yang terdiri dari Komisi Fatwa, Komisi Pengkajian, Komisi Humkam, dan Komisi Infokom,” paparnya.

Sasaran kedua, menurutnya adalah agar kekuatan lslam politik dengan kekuatan kontra Ahok mengalami penurunan daya kritis dan kotrol terhadap pelaksanaan pilkada.

“Hal ini, diduga untuk memuluskan rencana dan upaya menggunakan metode politik uang dalam memenangkan Ahok,” ujarnya

Atas pertimbangan tersebut, Sekretaris KAHMI Jaya, Muhammad Amin, menyatakan, pihaknya menolak dan mengecam keras setiap upaya kriminalisasi pemimpin politik ataupun Islam.

“Dan juga aktivis kontra Ahok dalam pilkada dan penista agama Islam,” tegasnya pada kesempatan sama.

KAHMI Jaya pun mengimbau kepada seluruh pengurus dan anggotanya mencermati dan mengkritisi setiap upaya kriminalisasi terhadap pemimpin Islam. (hmi)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==