FSLDK Indonesia Kecam Upaya Kriminalisasi Ulama dan Pecah Belah Bangsa

FSLDK Indonesia Kecam Upaya Kriminalisasi Ulama dan Pecah Belah Bangsa


Mahasiswa News | Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) mewakili seluruh lembaga dakwah kampus se-Indonesia menyatakan kekecewaannya terhadap perilaku Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beserta tim kuasa hukumnya pada sidang ke-8 yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, pada hari Selasa 31 Januari 2017.

Dalam sidang tersebut, Ahok dan tim kuasa hukumnya menyebut fatwa terkait penistaan agama adalah merupakan pesanan dan ditunggangi kepentingan politik dan melakukan penyadapan ilegal serta menganggap saksi tidak objektif dan palsu kepada Ketua Umum MUI Pusat yang juga Rais 'Aam PBNU, K. H. Ma'ruf Amin selaku saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Tindakan tersebut menunjukkan sikap arogan dan tidak bermoral. Ulama dan asatidz yang menjadi pewaris para nabi dan kepercayaan ummat dengan sangat mudah difitnah tanpa dasar yang jelas. Kami berharap Polri segera bertindak tegas karena sudah jelas melanggar pasal 310 ayat 1 KUHP tentang Penghinaan dan Fitnah dan UU ITE nomor 11 tentang Larangan Penyadapan Ilegal.

"Rezim ini sedang tidak sehat." tegas ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Hanafi Ridwan Dwiatmojo, menanggapi kriminalitas dan fitnah yang terjadi pada para ulama dan asatidz.

Opini massa saat ini dipenjara penguasa. Habib Rizieq, Ustadz Bachtiar Nasir, dan KH Maruf Amin dicari bahkan dibuat-buat kelemahan dan kesalahannya. Penegakan hukum yang tebang pilih dapat mengancam persatuan dan kebhinekaan.

Dalam hal ini, kami FSLDK Indonesia menegaskan, pertama, akan senantiasa bersama kebenaran dan ulama serta asatidz. Kedua, meminta dengan tegas Saudara Ahok agar tidak mengulangi hal tersebut yang dapat memecah belah persatuan dan merusak tali silaturahim dan menjaga kesantunan sesuai dengan kepribadian dan nilai luhur bangsa Indonesia. Ketiga, meminta tegas pada komponen penegak hukum agar menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Keempat, menghimbau pada seluruh elemen agar tidak terprovokasi dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kelima, berdoa dalam setiap rukuk dan sujud dengan sebaik-baik doa untuk kebaikan negeri dan rakyat Indonesia. Karena keberhasilan dan kejayaan dapat diraih dengan agama dan integritas.

"Kami dari FSLDK Indonesia dan secara umum mahasiswa muslim seluruh Indonesia akan berdiri di garis depan untuk membela ulama serta menjaga keutuhan NKRI dari upaya memecah belah yang dilakukan oleh bangsa tertentu atau kelompok yang tidak bertanggung jawab." Lanjut Hanafi dalam pernyataannya.

Kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati, dan supremasi hukum adalah keniscayaan. Semoga Allah menjaga negara ini dari tangan-tangan kerdil dan tidak bertanggung jawab.


Rilis Pers FSLDK Indonesia
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==