BEM Jabodetabek-Banten Tolak Sosialisasi Amdal Bodong

Ilustrasi: blogspot.com


Mahasiswa News | Aliansi BEM Seluruh Indonesia Wilayah Jabodetabek - Banten menggelar Aksi bersama Rakyat, BEM Se Jabodetabek - banten tergabung dalam "Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta" yang terdiri dari berbagai elemen. Mulai dari Komunitas Nelayan Tradisional (KNT), Paguyuban Nelayan Pengolah Ikan (PNPI), Serikat Nelayan Tradisional (SNT), Kelompok Nelayan Kerang Hijau (KNKH), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan lain-lain. Secara tegas menolak sosialisasi pembahasan AMDAL pulau G yang dilaksanakan tanggal 31 Januari 2017.

Rencana sosialisasi tersebut bermasalah sebab hingga saat ini belum ada Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Teluk Jakarta yang komprehensif dan Peraturan Daerah Zonasi Wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil yang menjadi syarat untuk menentukan pembangunan di teluk Jakarta.

“Mengapa baru sekarang AMDAL disosialisasikan, sementara pulau G sudah dibangun 20%. Kami menilai amdal tersebut adalah Amdal bodong, pengembang seolah-olah ingin menunjukan kepada masyarakat tidak ada masalah dengan reklamasi,” ujar Ihsan Munawar, Koordinator Wilayah BEM Se jabodetabek - banten dalam dalam pernyataan tertulisnya, Rabu, (01/02/2017).

Padahal menurut Ihsan, secara jelas dapat terlihat dampak besar dari pembangunan Pulau G. Hasil tangkapan nelayan berkurang, terjadi pencemaran air laut, terjadi banjir ROB Muara Angke, mengganggu operasional PLTU Muara Karang, dan terjadi konflik di pantai serang utara tempat pengambilan material pasir.

Ketua BEM STEI SEBI ini juga menambahkan bahwa secara prosuder sosialisasi tersebut cacat prosuderal dan belum ada Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Teluk Jakarta. Selain itu belum ada Peraturan Daerah Zonasi Wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil yang menjadi syarat untuk menentukan pembangunan diteluk Jakarta, tidak melibatkan nelayan yang terdampak, rencana sosialisasi tanpa melibatkan kementerian kelautan dan perikanan (KKP), dan tidak adanyanya keterlibatan perempuan yang menjadi salah satu korban paling rentan dari pembangunan reklamasi, serta tidak adanya keterlibatan organisasi pemerhati lingkungan dan lembaga lain yang menolak reklamasi.

“Atas dasar itu maka kami koalisi selamatkan teluk Jakarta menolak rencana sosialisasi Amdal bodong reklamasi pulau G,” kata Ihsan.

Kedepan Ihsan bersawa Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta segera  mendatangi KLHK dan KKP. Mereka menuntut agar menolak hasil sosialisasi AMDAL reklamasi pulau G dan mencabut izin-izin reklamasi. (qie)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==