Tiga Anggota Mapala UII Tewas, DPR Usulkan Aturan Evaluasi Kegiatan Mahasiswa

My Esti Wijayati


Mahasiswa News | Pasca meninggalnya tiga mahasiswa pecinta alam (mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) usai melakukan diksar di Gunung Lawu.

Komisi X DPR RI mengusulkan ada peraturan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) yang mengatur evaluasi terhadap penyelenggara pendidikan tinggi terkait kegiatan mahasiswa.

Hal ini diperlukan menyusul dugaan tindak kekerasan yang kerap terjadi.

“Masalah ini sangat fatal jika benar kekerasan terjadi di perguruan tinggi sampai ada korban jiwa. Kita harus memberikan sebuah aturan yang tegas,” ujar anggota Komisi X, My Esti Wijayati di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Esti menjelaskan, pihak kampus seharusnya bisa mengantisipasi tindak kekerasan, apalagi sudah ada yang dipilih sebagai penanggungjawab. Tugas penganggung jawab tersebut, tutur dia, bukan sekadar melepas mahasiswa.
“Penanggung jawab bukan hanya melepas keberangkatan. Walaupun mahasiswa sudah mandiri, dia sebisa mungkin untuk melihat ke lapangan,” tegasnya.

Di sisi lain Menristekdikti Mohamad Nasir menyebut, sudah ada regulasi yang jelas mengatur larangan kekerasan di kampus. Bahkan, kementerian menginstruksikan pengawasan tersebut kepada pembantu rektor.

“Kegiatan intrakurikuler mahasiswa sejak dulu sudah diawasi. Oleh sebab itu di setiap kampus ada pembantu rektor bidang kemahasiswaan,” imbuhnya. (hn)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==