Menristekdikti Minta Pelaku Kekerasan Mahasiswa UII Ditindak Tegas

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir


Mahasiswa News | Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengecam dugaan kekerasan dalam kegiatan Pelatihan Dasar Mapala UII, Jogjakarta.

Natsir mengatakan bahwa pihaknya bersama Rektor dan Kopertis wilayah Yogyakarta sedang menelusuri penyebab kematian mahasiswa UII tersebut.

“Penelusuran dengan Kopertis wilayah Yogyakarta dan Rektor UII. Untuk menyelidiki apakah karena kekerasan atau tidak, maka dari itu saya minta divisum untuk memastikan. Sekarang informasi masih pasang surut,” tuturnya ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/1/2107).

Nasir menjelaskan, dalam regulasi sudah jelas bahwa kekerasan dilarang, baik dalam kegiatan intrakurikuler maupun kokurikuler.

Jika terbukti, katanya, dia memastikan akan menyerahkan kepada pihak yang berwajib untuk diberi sanksi hukum.

“Pasti akan memberikan sanksi kepada hal ini sesuai dengan hukum yang ada. Tingkat kesalahan seperti apa dilihat, kami cek dulu,” ucapnya.

Ketika masuk urusan pidana, lanjut Nasir, berarti sudah bukan dalam ranah Kemristekdikti. Sedangkan bagian indisipliner ada pada kampus.

“Ya waktu itu pernah ada skorsing kepada mahasiswa selama satu semester. Bahkan sanksi bisa dikeluarkan dari kampus, tergantung kesalahan yang dilakukan,” tukasnya.

Seperti diketahui, Kegiatan Diksar Mapala UII yang diadakan di Pranten/Mrutu, Dusun Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah dari tanggal 13 hingga 20 Januari 2017, menewaskan tiga mahasiswa UII.(hn)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==