Korban Meninggal Diklatsar Mapala UII Alami Patah Tulang di Berbagai Titik

Ilustrasi


Mahasiswa News | Mahasiswa korban meninggal dunia dalam Pendidikan Dasar Mapala UII mengalami berbagai luka serius. Tidak hanya mengalami pneumonia dan sesak nafas, korban juga mengalami triple trauma patah tulang pada kedua tangan, kaki, pantat dan punggung.

Nur Sukawati, Humas RS Bethesda Yogyakarta mengatakan, korban bernama Syaits Asyam, mahasiswa program studi Teknik Industri angkatan 2015 masuk rumah sakit pada hari sabtu pagi, (21/01/2016). Saat awal masuk, pasien sudah mengalami sesak nafas, dan kesulitan bicara sehingga disarankan untuk menjalani rawat inap.

“Pukul 06.00 WIB, bicaranya sudah mulai timbul tenggelam lalu dipindah ke ruang VIP. Pasien mengalami patah tulang di kedua tangan, kedua kaki, punggung, dan pantat. Setelah beberapa jam dirawat pasien meninggal dunia,” kata Nur seperti dilansir dari sindonews.com, Selasa (24/1/2017).

Korban lain, Ilham Nurpadmi Listia Adi, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2015. juga mengalami kekerasan yang tak kalah mengerikan. Pemeriksaan medis Ilham menyatakan adanya trauma abdomen dan pendarahan. Korban bahkan beberapa kali mengalami buang air besar darah.

“Pasien Ilham masuk ke UGD pada Senin (23/1/2017) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat masuk, ada luka di bagian dagu infonya karena jatuh di kamar mandi kos-kosan, selain itu kuku jempol kakinya hampir copot,” terangnya.

Kemudian kata Nur, kondisinya memburuk, sehingga korban dipindahkan ke ruang ICU. Ilham juga sempat mendapat transfusi satu botol. Namun nyawanya tak jua tertolong, ia kemudian meninggal pada pukul 23.30, kemarin malam.

Syaits dan Ilham merupakan dua dari tiga korban meninggal dalam Diklatsar Mapala UII yang digelar selama 10 hari yaitu dari tanggal 10 – 20 Januari 2017. Diklatsar ini diikuti oleh sebanyak 37 mahasiswa UII.

Sementara itu, Dr. Ir. , Rektor UII melalui keterangan tertulisnya mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan investigasi tahap lanjut atas meninggalnya tiga mahasiswa UII dalam Diklatsar Mapala UII tersebut. Untuk tahap pertama, mereka menemukan adanya indikasi kekerasan kepada para peserta selama mengikuti Diklatsar. Ia mengaku mahasiswa pelaku kekerasan akan ditindak tegas sesuai dengan aturan kedisiplinan mahasiswa yang berlaku di UII.

“Sebagai usaha mengantisipasi dampak lanjutan pada 34 peserta lainnya yang juga mengikuti kegiatan TGC tersebut, UII telah berkomunikasi secara intensif dengan peserta dan akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan ulang yang lebih menyeluruh apabila terdapat indikasi yang dianggap tidak wajar pada kondisi kesehatan peserta, dan sepenuhnya akan difasilitasi oleh UII,” ungkap Rektor. (kk)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==