Keranda Mayat Tanda Matinya Nurani Pemerintah

Keranda Mayat Matinya Nurani Pemerintah (BEM Jabodetabek - Banten)


Mahasiswa News | Massa aksi bela rakyat 121, sudah tiba di depan Istana Merdeka, mereka melakukan longmarch dari patung kuda sekitar pukul 13.00 WIB. 

Di barisan paling depan, tampak sebuah keranda terbalut kain berwarna putih bertuliskan "matinya nurani" dan sebuah boneka mayat.

Ihsan Munawar (19), Koordinator massa Aksi Bela Rakyat 121, mengatakan, keranda dan boneka tersebut sengaja dibawa dalam aksi dimaksudkan pertanda matinya nurani pemerintah rezim Jokowi-JK. 

"Menandakan matinya nurani pemerintahan. Karena apa yang ditetapkan menyengsarakan rakyat," tegas Ihsan 

Mahasiswa yang juga menjabat sebagai Ketua BEM STEI SEBI Depok tersebut menuturkan, matinya nurani bisa terlihat dari kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), mencabut subsidi listrik, hingga penyesuaian pembuatan baru STNK dan BPKB.

"Terkait penetapan harga BBM, yang diserahkan ke mekanisme pasar. Kedua mengeluarkan kebijakan terkait tarif dasar listrik, seharusnya disubsidi malah tidak," pungkasnya.

Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut telah menyengsarakan rakyat, yang terbaru adalah terkait dengan naiknya biaya administrasi pengurusan STNK dan BPKB. "Terkait terbitnya PP Nomor 60, yang membuat biaya pembuatan baru STNK dan BPKB juga akhirnya naik. Ini menyengsarakan," ucapnya. (rit)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==