Dua Mahasiswa UII Meninggal Saat Diklatsar Mapala

Ilustrasi


Mahasiswa News | Sebanyak dua mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) meninggal dunia saat mengikuti The Great Camping (TGC) Pendidikan Dasar UKM MAPALA UII di Gunung Lawu, Lereng Selatan, Tawangmangu. Kedua mahasiswa tersebut adalah Muhammad Fadhli, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015 dan Syaits Asyam, Prodi Teknik Industri angkatan 2015.

Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Rektor UII dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Muhammad Fadhli meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar pada hari Jumat, 20 Januari 2017. Sementara Syaits Asyam meninggal dunia di Rumah Sakit Bethesda pada sehari seduahnya yaitu hari Sabtu, 21 Januari 2017.

“Seluruh civitas akademika UII mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Almarhum Muhammad Fadhli dan Almarhum Syaits Asyam, semoga Almarhum diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadah-Nya, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Rektor.

Rektor menjelaskan, kegiatan TGC (The Great Camping) yang kedua mahasiswa tersebut merupakan kegiatan rutin Pendidikan Dasar Unit Kegiatan Mahasiswa MAPALA yang digelar dari tanggal 10 – 20 Januari 2017. Dalam kegiatan TGS yang ke-37 ini diikuti oleh 37 peserta yang terdiri dari 34 laki-laki, 3 perempuan.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan sepengetahuan pihak universitas, dan dijalankan sesuai prosedur formal yang berlaku di internal UII. (ada proposal ke pihak universitas, ada penanggung jawab dari pihak panitia, ada susunan panitia dan jadwal acara, ada surat izin orangtua peserta, ada validasi kesiapan peserta dari sisi kesehatan karena peserta wajib melakukan tes kesehatan dan surat keterangan sehat dari dokter, dan sebelum pelaksanaan setiap tahap kegiatan TGC ada pemeriksaan medis bekerjasama dengan tim medis UNS),” jelas Rektor.

Rektor UII tidak menjelaskan secara rinci bagaimana keduanya meninggal dunia. Karena saat ini mereka tengah membentuk tim investigasi di internal UII yang terdiri dari unsur pimpinan UII, bidang kemahasiswaan, bidang medis forensik, dan bidang hukum, dan sedang menelusuri serta mencari fakta dan informasi yang lengkap terkait meninggalnya kedua mahasiswa tersebut.

“Sementara, 35 peserta yang telah mengikuti kegiatan TGC telah melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit JIH pada hari Sabtu, 21 Januari 2017, atas inisiatif pihak UII sebagai komitmen untuk memastikan kesehatan seluruh peserta,” katanya.

Rektor mengungkapkan, UII berkomitmen untuk bekerjasama dengan semua pihak untuk mengungkap semua fakta terkait meninggalnya kedua mahasiswa. Mereka akan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat, apabila terbukti terjadi penyimpangan prosedur saat pelaksanaan TGC.

“Apabila terbukti terjadi penyimpangan, maka seluruh kegiatan (termasuk Pendidikan Dasar seperti TGC) akan dibekukan sampai ada komitmen untuk perbaikan mekanisme pelaksanaan kegiatan sesuai dengan prosedur dan kembali sesuai dengan tujuan awal, yaitu membentuk jiwa patriotik dan nilai-nilai kemandirian, kecintaan terhadap alam, dan tanpa kekerasan,” ungkapnya.(kk)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==