AMSA Indonesia: Kebijakan Pemerintah Harus Pro Rakyat

AMSA Indonesia: Kebijakan Pemerintah Harus Pro Rakyat


Mahasiswa News | Terjadinya Berbagai Problematika yang merongrong bangsa Indonesia, berefek pada stabilitas ketahanan nasional. Melunturnya semangat persatuan dan kesatuan, menjadi rentan terjadi perpecahan dan konflik antara elemen bangsa di republik ini. 

Negara-negara luar seperti Australia sudah mulai berani melecehkan ideologi bangsa indonesia yaitu Pancasila, hal ini menunjukkan bahwa mereka menganggap negara ini lemah dan hal ini juga tidak bisa dipungkiri karena faktor kondisi sistem tatanan negara kita yang lemah, sehingga mereka menganggap remeh bangsa Indonesia.

"Pelecehan Terhadap Pancasila oleh Australia tidak bisa dianggap remeh, ini menyangkut marwah bangsa Indonesia, Pemerintah Harus Segara Melakukan Langkah-Lahkah Real untuk menuntaskan kasus ini, sehingga tidak terulang kembali" Ujar Sekretaris Jenderal AMSA Indonesia Wawan Nur Rewa.

Ia juga mengkritik kebijakan pemerintahan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil, baik tentang Kenaikan BBM, dan Tarif Dasar Listrik. ia menilai kebijakan pemerintah dalam menetapkan PP NO 60 Tahun 2016 tentang PNPB telah membebani masyarakat mulai kenaikan BBM, Tarif Dasar Listrik, dan Pajak Kendaraan, dan hal itu mengakibatkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Rakyat Sudah Menunaikan Kewajiban bayar pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), Subsidi itu haknya rakyat, jangan dibebani dengan kebijakan-kebijakan seperti ini" ujarnya.

Pemerintah beralasan menaikkan PNBP untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik, namun menjadi kontroversi dan membuat masyarakat bingung karena masing-masing lembaga yang membuat kebijakan saling lempar permasalahan dan seakan cuci tangan terhadap kasus ini.

"Pemerintah harus memberikan penjelasan kepada rakyat, jangan malah membingungkan, saya berharap pemerintah meninjau ulang terhadap kebijakan tersebut" Ujar Wawan Nur Rewa.

Ia juga menilai, adanya kebijakan ini telah memancing gerakan-gerakan penolakan  baik dikalangam mahasiswa maupun rakyat sendiri. Hal ini juga akan berdampak pada kondisi keamanan di dalam negeri. Sehingga pemerintah harus cepat tanggap baik dalam evaluasi kebijakan maupun mengakomodir apa yang menjadi harapan masyarakat.Kebijakan Pemerintah Harus Pro Rakyat.

Terjadinya Berbagai Problematika yang merongrong bangsa Indonesia, berefek pada stabilitas ketahanan nasional. Melunturnya semangat persatuan dan kesatuan, menjadi rentan terjadi perpecahan dan konflik antara elemen bangsa di republik ini. 

Negara-negara luar seperti Australia sudah mulai berani melecehkan ideologi bangsa indonesia yaitu Pancasila, hal ini menunjukkan bahwa mereka menganggap negara ini lemah dan hal ini juga tidak bisa dipungkiri karena faktor kondisi sistem tatanan negara kita yang lemah, sehingga mereka menganggap remeh bangsa Indonesia.

"Pelecehan Terhadap Pancasila oleh Australia tidak bisa dianggap remeh, ini menyangkut marwah bangsa Indonesia, Pemerintah Harus Segara Melakukan Langkah-Lahkah Real untuk menuntaskan kasus ini, sehingga tidak terulang kembali" Ujar Sekretaris Jenderal AMSA Indonesia Wawan Nur Rewa.

Ia juga mengkritik kebijakan pemerintahan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil, baik tentang Kenaikan BBM, dan Tarif Dasar Listrik. ia menilai kebijakan pemerintah dalam menetapkan PP NO 60 Tahun 2016 tentang PNPB telah membebani masyarakat mulai kenaikan BBM, Tarif Dasar Listrik, dan Pajak Kendaraan, dan hal itu mengakibatkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Rakyat Sudah Menunaikan Kewajiban bayar pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), Subsidi itu haknya rakyat, jangan dibebani dengan kebijakan-kebijakan seperti ini" ujarnya.

Pemerintah beralasan menaikkan PNBP untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik, namun menjadi kontroversi dan membuat masyarakat bingung karena masing-masing lembaga yang membuat kebijakan saling lempar permasalahan dan seakan cuci tangan terhadap kasus ini.

"Pemerintah harus memberikan penjelasan kepada rakyat, jangan malah membingungkan, saya berharap pemerintah meninjau ulang terhadap kebijakan tersebut" Ujar Wawan Nur Rewa.

Ia juga menilai, adanya kebijakan ini telah memancing gerakan-gerakan penolakan  baik dikalangam mahasiswa maupun rakyat sendiri. Hal ini juga akan berdampak pada kondisi keamanan di dalam negeri. Sehingga pemerintah harus cepat tanggap baik dalam evaluasi kebijakan maupun mengakomodir apa yang menjadi harapan masyarakat.


Rilis Pers AMSA Indonesia
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==