Yusril: Tudingan Makar ke Rachmawati Tak Relevan

Yusril: Tudingan Makar ke Rachmawati Tak Relevan


Mahasiswa News | Pakar hukum tata Negara yang juga pengacara Yusril Ihza Mahendra menilai dugaan makar yang disangkakan kepad Rachmawati Soekarnoputri dkk ditangkap sebelum aksi bela Islam 212 kemarin, tak relevan.

“Saya kira masih jauh kalau sampai pelaksanaan makar,” ujar Yusril di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (4/12/2016) seperti dilansir kompas.

Yusril beranggapan orang-orang yang diduga merencanakan makar itu hanya mengadakan pertemuan dan mengkritik pemerintah. Yusril menganggap aktivitas mereka masih dalam taraf normal.

“Bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah itu normal,” tutur Yusril.

Justru, Yusril melihat penangkapan tersebut merupakan upaya preventif pemerintah agar aksi 2 Desember lalu dapat berlangsung tertib.

Sebab, ada dugaan jika kesebelas tokoh politik tersebut akan menghasut massa dalam aksi di kawasan Monas itu.

“Walaupun kalau mereka tidak ditangkapi ya belum tentu terjadi apa-apa juga,” ujar Yusril.

Sebelumnya, penyidik Polri menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Sebanyak 7 orang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan permufakatan makar. Mereka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zen, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin dan Firza Huzein.

Ketujuh orang tersebut disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP.

Sementara seorang lainnya dijerat Pasal 207 KUHP terkait penghinaan kepala negara. Tiga orang sisanya disangkakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik.
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==