Moratorium UN Ditolak, Disayangkan Banyak Pihak



Mahasiswa News | Mengungkap keputusan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang tidak menyetujui rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy untuk melaksanakan moratotium atau penghentian sementara Ujian Nasional 2017 mendatang.

Penolakan muncul dalam sidang paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta. Dengan demikian, usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir terancam kandas, sebab pemerintah menolak rencara yang di gerakkannya.

“Hasilnya rapat terbatas, usulan moratorium UN itu tidak disetujui tetapi disuruh kaji ulang,” kata JK di Istana Wapres, Jakarta.

Menurut Wapres, pelaksanaan UN masih dibutuhkan untuk upaya meningkatkan mutu pendidikan termasuk pemerataan dalam dunia pendidikan serta dapat melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan UN setiap tahunnya.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti mengaku kecewa dengan penolakan tersebut. “Selama 10 tahun UN tidak mampu mendongkrak kualitas pendidikan di Indonesia, kenapa harus dipertahankan,” ujar Retno.

Masyarakat yang sudah terlanjur bersuka cita UN akan dihentikan, begitupun dengan tenaga pendidikan dan pihak-pihak lainnya. Mengapresiasi Mendikbud Muhadjir Effendy yang berani menggerakkan keputusan untuk melakukan moratorium UN.

Retno menyayangkan, ada pihak yang memiliki historis dengan UN keberatan dilakukan moratorium. Mungkin Wapres menginginkan adanya evaluasi UN, yang menganggap perolehan nilai tinggi dalam UN adalah prestasi. “Itu bagus, tapi apakah pemerintah sudah memberikan fasilitas yang baik,” ungkap Retno. (in/edupost)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==