Fenomena “Om Telolet Om” Perlu Diwaspadai



Mahasiswa News | Fenomena “OM Telolet OM” tidak hanya sekedar menjadi perbincangan masyarakat di tanah air, bahkan selebritis dunia seperti DJ Snake, Zedd, hingga Martin Garrix ramai mengucapkan “Om Telolet Om”. Berawal dari keisengan gerombolan anak-anak di sebuah desa di Jepara yang berkumpul di pinggir jalan.

Dari sejumlah video yang diunggah di YouTube, mereka terlihat membawa kertas karton besar bertuliskan, “Om Telolet Om” yang diarahkan ke arah jalan raya. Setelah kendaraan yang mayoritas adalah bus mengeluarkan suara “telolet”, mereka langsung memasang  wajah gembira. Frasa tersebut kerap diucapkan oleh mereka dan teriak ke arah sopir bus agar membunyikan klaksonnya.

Meski menghebohkan dan menghibur, perlu ada kewaspadaan dan kepedulian terhadap keselamatan anak-anak. “Jangan sampai kegiatan tersebut menjadi kebiasaan masyarakat terutama anak-anak karena berbahaya. Apalagi “Om Telolet Om” bermula dari keisengan anak-anak,” ujar Nani Mulyani, guru SMK Swasta di Bogor.

“Om Telolet Om” sebenarnya sudah lama berlangsung di jagat maya, terutama di kalangan netizen. Namun fenomena ini semakin meledak gara-gara viral sampai ke kancah internasional lewat Internet.

Taufik Hidayatullah, Mahasiswa Komunikasi, Akademi Telekomunikasi Bogor mengaku telah mendapatkan banyak kiriman foto bertuliskan “Om Telolet Om” yang diunggah di Instagram maupun akun sosial media lain.

“Operator bus tidak membuat itu sebagai pertunjukan baru yang mencelakai masyarakat, namun sebagai peringatan kendaraan yang akan melintasi jalan,”ungkap Taufik.

Ia juga berharap, kementerian dapat mengkaji rencana pelarangan penggunaan klakson “telolet” untuk perusahaan-perusahaan otobus. Karena dapat menimbulkan bahaya pada anak, yang nekat mendekati kendaraan yang sedang melaju di jalan raya. (Inan/edupost)