Massa Bela Quran Tetap Damai Walau Diserang Hujan Gas Air Mata

Massa Bela Quran Tetap Damai Walau Diserang Hujan Gas Air Mata 


Islam Pena - Saat mereka pergi aksi turun ke jalan sebab sudah tak didengar lagi lewat surat maupun aduan, maka niatan mereka satu, membela Al-Quran dan kehormatan agamanya.

Mereka tak ada urusan dengan pilkada sebab mereka bukan hanya dari Jakarta, mereka tak ada urusan dengan suku dan ras sebab mereka berbeda ras dan suku jadi satu.

Mereka sama sekali tak menginginkan kekacauan, hanya mereka melihat keadilan sudah kacau hingga perlu disentil dan diingatkan, bahwa ummat mengawasinya.

Apalagi berbuat anarkis, mereka jauh dari itu. Sajadah yang mereka tenteng, wudhu yang mereka jaga, shalat yang mereka rawat, lisan yang mereka ucap, semua buktinya.

Dan kesemuanya terbukti saat adzan isya berkumandang. Walau mereka ditembaki gas airmata dan dipaksa bubar. Mereka tetap mendengar komando agar damai.

Sebab sedari awal memang mereka tak pernah menginginkan rusuh, tak pernah menyiapkan diri untuk ricuh, ini aksi damai walau diricuhi dan dirusuhi.

Tangan-tangan itu terangkat keatas dan berdoa saat diprovokasi dengan hujan gas airmata dan tembakan. Mereka memohon pertolongan hanya pada Allah.

Adakah massa bayaran bisa melakukan seperti ini? Sungguh tuli dari kebenaran dan buta nuraninya dari kebaikan, bila masih beranggapan semisal itu.

Ini aksi kami, aksi damai #BelaQuran, sebab kaum Muslim tak ingin konflik, hanya saja penista Al-Quran itu terus memicu konflik, yang kami inginkan hanya keadilan.

Terus semangat #BelaQuran, kita kawal hingga penista Al-Quran itu dihukum seberat-beratnya, dan bila keadilan bisa dibeli olehnya, kita akan aksi kembali hingga keadilan tegak.

Feliz Siauw


loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==