Kompetensi dan Independensi Dewan Pengawas Syariah




Islam Pena - Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dengan Populasi 80% penduduk Indonesia adalah Muslim, muslim di Indonesia punya peran yang yang penting dalam membangun Negri ini, bahkan umat islam di Indonesia berperan penting dalam kemerdekaan Negara Indonesia. Selepas Indonesia merdeka dengan penumbuhan Umat islam yang pesat, Banyak Ormas-Ormas Islam bermunculan seperti, NU, Muhamadiyah, Persis dan masih banyak lagi. Dengan banyak nya Ormas-Ormas yang bermunculan memicu Pemerintah membuat wadah untuk menyatukan Umat islam Maka muncul lah Majlis Ulama Indonesia.

Majlis Ulama Indonesia sendiri salah tugas nya adalah memberikan Fatwa terkait kegiatan umat islam. Salah satu bagian yang menunjang kinerja MUI adalah adanya DSN (Dewan Pengawas Syariah) dan di bawah DSN ada bagian yaitu DPS. DPS sendiri ialah lembaga independen atau hakim bagian Fiqh muamalah. Jadi setiap Bank Syariah harus memiliki DPS yang berfungsi mengawal dan mereview Bank tersebut.

Tumbuh nya perkembangan Bank Syariah pada akhir-akhir ini mengakibatkan butuh nya semakin banyak DPS, kebutuhan DPS yang semakin besar  membuat banyak institusi pendidikan membuka spesialisasi Syariah. Faktanya DPS yang sudah ada di Indonesia banyak DPS berlatar belakang ilmu syariah padahal dalam perbankan syariah tidak cukup dengan ilmu syariah, kompetensi DPS harus di perluas karena ilmu syariah saja tidak cukup untuk keberlangsungan Bank Syariah perlu adanya kompetensi terkait Ekonomi.

Kompetensi DPS harus di tunjang dengan ilmu Ekonomi, karena dalam Bank Syariah bukan hanya di pandang dari sisi syariah saja tapi harus di tinjau dari sisi ekonomi dan keuangan syariah. Jika DPS hanya memandang hanya lewat Aspek syariah saja maka perkembangan Bank Syariah kan semakin tertinggal dari bank Konvensional baik segi Market share ataupun kepercayaan terhadap nasabah. Contohnya dari kompetensi keungan syariah banyak DPS yang masih bingung terkait pembacaan Lapoaran Keuangan syariah. Padahal ini adalah aspek terpenting dalam mengetahui keuangan syariah.

Intinya DPS harus memiliki kompetensi terkait banyak aspek baik aspek syariah, aspek ekonomi, dan aspek keuangan syariah

DPS adalah lembaga idependen yang dimana kerjanya tidak boleh ada interfensi dari pihak luar baik pemerintah, pemegang saham dan lain lain, pada kenyataan nya gaji/kafalah seorang DPS di bayar oleh Bank dimana dia kerja dan DPS di pilih oleh pemegang saham. Disini perlu adanya independensi dari DPS dalam melaksanakan tugas.

Dua aspek kompetensi dan Independensi adalah hal yang penting di miliki DPS, maka sewajarnya DPS harus memiliki dua aspek ini agar menunjang kinerja DPS dan pastinya akan menimbulkan kepercayaan terhadap bank syariah , dan banyak masyarakat berbodong-bondong menabung di Bank syariah.



Oleh : 
Abbad Jundi Aunullah
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==