Taliban Kembali Kuasai Kota Kunduz setelah Setahun Pengepungan

Islampena - Mujahidin Imarah Islam (Taliban) di Afghanistan utara kembali berhasil menyerbu kota kunci Kunduz, setahun setelah mundur dari kota Kunduz setelah sempat menguasainya, Anadolu Agency melaporkan, Senin (03/10/2016).




Pada dini hari Senin, Taliban menyerbu kota Kunduz dari empat arah dan berhasil memasuki kota pada sorenya.

Kementerian Pertahanan Afghanistan belum mengkonfirmasi laporan dari penduduk setempat bahwa Taliban memasuki kota, dan tidak ada laporan resmi mengenai korban.

Ameerudin Wali, anggota dewan provinsi, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Taliban telah menguasai alun-alun kota dan mengibarkan bendera putih mereka yang terkenal.

Sementara Al Emarah News kantor berita resmi Taliban mengatakan, para pejabat melaporkan bahwa mujahidin telah mencapai alun-alun kota utama setelah menduduki bagian lain kota, merebut puluhan pos pemeriksaan, kantor polisi dan pangkalan serta merebut peralatan militer, menewaskan dan melukai puluhan tentara bayaran dan memaksa sisanya melarikan diri, kemudian bergerak ke gedung gubernur, markas besar polisi dan penjara utama.

Ghulam Rabbani, anggota dewan provinsi lain, memperingatkan bahwa jika tidak ada armada bantuan baru militer Afghanistan yang tiba, ibukota provinsi benar-benar bisa jatuh ke Taliban.

Serangan itu terjadi saat Presiden Mohammad Ashraf Ghani pergi menghadiri konferensi Brussels membahas Afghanistan di ibukota Belgia. Misi Dukungan Tegas (Resolute Support Mission) yang dipimpin NATO di Afghanistan mengatakan pihaknya siap untuk menanggapi situasi yang berkembang.

Oktober lalu, serangan udara AS menewaskan 42 korban di rumah sakit milik Doctors Without Borders. Badan amal ini harus membatalkan acara memperingati serangan karena kekerasan saat ini.

Juru Bicara Pentagon Capt. Jeff Davis mengatakan pasukan AS memiliki “beberapa aset” di Kunduz, yang mencakup Pasukan Khusus dan dukungan udara.

“Situasi masih cair, kami terus mengawasi ketat dan bekerja dengan mitra Afghanistan kami,” kata Davis. “Mereka menanggapi peningkatan aktivitas Taliban di sejumlah daerah.”
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==