PENGAJUAN MODEL DEWAN PENGAWAS SYARIAH PASCA KUDETA TURKI

Islam Pena - Pasca percobaan kudeta yang dilakukan oleh anggota militer Turki, perekonomian negara Turki berangsur pulih. Salah satu sektor ekonomi yang kembali pulih di Turki adalah keuangan syariah. Negara Turki dengan total populasi muslim sebesar 74.320.280 orang, merupakan negara dengan tingkat pertumbuhan keuangan syariah yang pesat. Pertumbuhan keuangan Islam di Turki berawal dari semakin meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap transaksi-transaksi ekonomi yang sesuai dengan prinsip Islam.

Masyarakat Turki meyakini bahwa kelebihan entitas syariah dibanding konvensional adalah terpenuhinya aturan Islam.  Sehingga untuk menjaga Kepercayaan masyarakat terhadap entitas syariah diperlukan suatu pengawasan. Dimana pengawasan tersebut akan memastikan apakah entitas tersebut telah memenuhi aturan dan prinsip Islam atau belum. Salah satu isu terhangat dalam perkembangan keuangan Islam di Turki adalah tidak berjalannya fungsi dan peran dewan pengawas syariah. Padahal dewan pengawas syariah di Turki bertanggung jawab dalam pemenuhan prinsip-prinsip syariah di berbagai lembaga berprinsip syariah.

Foto: greatfon.com


Hasil penelitian Turgut dan Ghazi tentang model dewan pengawas di bank Partisipatif Turki, menunjukan belum berjalannya fungsi dan peran dewan pengawas syariah. Dari empat sampel penelitian di lembaga keuangan syariah Turki,  keempat sampel tersebut menunjukkan bahwa dewan syariah belum berjalan semestinya. Bahkan dalam laporan pengawasan syariah di lembaga keuangan syariah Turki tidak diterbitkan secara berkala. Ini menandakan bahwasanya harus ada model dewan pengawas syariah yang bisa menjamin setiap kegiatan operasional yang sesuai dengan prinsip dan aturan syariah. 

Pengawasan syariah di lembaga keuangan Turki yang tidak berjalan baik dikhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan keuangan syariah. Pasalnya Turki adalah negara dengan pertumbuhan pembiayaan sukuk yang tinggi. Tercatat sebesar US $3,8 miliar, dengan nilai US $1,3 miliar perdagangan untuk tahun 2015. Sementara asset perbankan syariah di Turki tumbuh 15% menjadi TRY 120 miliar (US $ 39,29 miliar) di tahun 2015. Selain itu, pertumbuhan keuangan syariah akan terus meningkat karena kedua bank BUMN akan beroperasi secara Islam. Seharusnya, jika pertumbuhan keuangan syariah yang pesat harus sejalan dengan pemenuhan dan pengawasan terhadap prinsip-prinsip syariah.

Dalam penelitian Turgut dan Gazi diusulkan sembilan model pengawasan. Usulan tersebut mempertimbangkan lingkungan sosial, ekonomi, dan hukum Turki serta diambil system pengawasan dewan pengawas syariah di negara lain yang sesuai.  Usulan ini perlu ditindak lanjuti oleh pemerintah Turki dan para stakeholder terkait.  Dikhawatirkan masa depan keuangan Islam akan turun, akibat ketidak percayaan lagi nasabah terhadap pemenuhan prinsip syariah. Adapun usulan model pengawasan syariah di Turki adalah sebagai berikut:

1. Adanya koordinasi antara Dewan Pengawas Syariah dan Auditor, ini memungkinkan pemeriksaan terhadap kesesuaian pelaporan syariah dan kinerja keuangan.
2. Tugas dan Wewenang Dewan Pengawas Syariah disetiap lembaga harus diperjelas.
3. Dewan Pengawas Syariah harus mempunyai kompetensi syariah dan auditor.
4. Dewan pengawas syariah harus ada laporan kesyariahan secara berkala.
5. Harus ada Dewan Syariah Nasional, dimana dewan syariah nasionak  ini bekerja secara nasional.
6. Penunjukkan Dewan pengawas syariah pada saat RUPS.
7. Dewan pengawas syariah nasional dan dewan pengawas syariah, tidak boleh rangkap jabatan di lembaga keuangan syariah.
8. Harus ada mekanisme kerja dewan pengawas syariah.
9. Dewan pengawas syariah, diperbolehkan meminta pendapat dari para ulama yang lebih tinggi kapasitasnya.

Pertumbuhan keuangan syariah di Turki memiliki andil besar bagi pembangunan Turki. Namun sangat disayangkan, jika pemenuhan pelaporan syariah tidak disajikan secara berkala, bahkan tugas dan wewenang dewan pengawas syariah tidak berjalan. Impian Turki menjadi pusat keungan syariah ibarat khalayan belaka. Sampai saat ini saja perbaikan dewan pengawas syariah belum bisa dilakukan. Maka semoga dengan usulan kesembilan model pengawasan tersebut. Bisa memberikan perbaikan bagi keuangan syariah di Turki. Hingga akhirnya kedepan Turki akan menjadi pusat keuangan syariah di dunia. 

Penulis: 

Rio Martin Ade Puta
Mahasiswa STEI SEBI, jurusan akutansi syariah.
Islamic finance news “ Istanbul stock exchange strengthens its commitment to Islamic finance”.
Model proposal for Islamic supervisory boards in financial institutions
The Banker 2015.pdf

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==