PEMBANTAIAN MASSAL BARU DI SURIAH PADA HARI ASYURO

Islam Pena - Kota Aleppo Suriah menjadi tempat pembantaian massal pada hari Rabu yang bertepatan hari Asyuro bagi penganut Syiah, dengan sedikitnya 81 warga sipil tewas dalam serangan udara rezim Syiah Assad di lingkungan yang dikuasai pejuang Muslim Sunni Suriah.

Kelompok penyelamat lokal mengatakan sektor timur Aleppo dibombardir oleh lebih dari 50 serangan rudal Rusia dan rezim Syiah Assad  sepanjang hari itu yang juga melukai lebih dari 87 orang – beberapa dalam kondisi kritis. Aljazeera melaporkan, Rabu (12/10/2016).

“Sampai saat ini Pertahanan Sipil masih bekerja untuk mengeluarkan orang-orang dari reruntuhan,” Ibrahim Abu Leith, seorang juru bicara kelompok penyelamat yang juga dikenal sebagai White Helmets yang berbasis di Aleppo, mengatakan kepada Al Jazeera.

Sebelumnya pada hari itu, serangan udara pada sebuah pasar yang sibuk di lingkungan Fardous menewaskan sedikitnya 22 orang.

Menurut Abu Leith, 45 orang tewas di Fardous saja.

“Kami hanya memiliki tiga dokter dan sekitar delapan perawat di rumah sakit kami. Kami tidak bisa menerima semua yang terluka pada saat yang sama,” Modar Sheikho, perawat darurat di Fardous, mengatakan kepada Al Jazeera.

Menurut badan amal global, Doctors Without Borders, hanya ada 11 ambulans tersisa untuk 275.000 orang yang masih berada di sektor yang dikuasai pejuang Suriah. Hanya 35 dokter yang masih tersisa.



Pasukan pro-rezim Nushairiyah Assad telah membuka sedikitnya tujuh area yang berbeda di seluruh kota Aleppo.

“Pekan lalu tentara rezim Suriah mengatakan akan mengurangi serangan udara mereka sehingga warga di Aleppo timur yang dikuasai kelompok oposisi dapat pergi. Ada beberapa hari yang tenang, tapi tidak ada koridor bagi warga sipil untuk mengungsi ke daerah lain yang dikuasai oposisi,” reporter Al Jazeera Zeina Khodr melaporkan dari Gaziantep di sepanjang perbatasan Turki-Suriah.

Meskipun banyak “kritik” dari masyarakat internasional, Khodr mengatakan hanya ada “tindakan kecil… kini persediaan makanan menurun dan tenaga medis kewalahan.”

Serangan terbaru menghancurkan rumah sakit, tempat penampungan bawah tanah, dan bangunan lain.

Lonjakan serangan pada Rabu terjadi saat Rusia mengumumkan akan mengadakan pembicaraan perdamaian baru dengan AS dan kekuatan-kekuatan regional akhir pekan ini.(dp)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==