Erdogan Kutuk Kongres Amerika Serikat atas Hukum Jasta

Islampena - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Sabtu mengutuk suara Kongres AS yang mengesampingkan veto Barack Obama terhadap RUU Jasta yang memungkinkan korban 9/11 untuk menuntut Arab Saudi, mengatakan ia berharap langkah itu akan dipulihkan (dibatalkan) sesegera mungkin, lansir Anadolu Agency, Ahad (02/10/2016).




Hubungan antara Ankara dan Riyadh semakin erat dalam beberapa bulan terakhir karena mereka mengejar kepentingan bersama di Suriah. Erdogan baru saja hari sebelumnya menjadi tuan rumah bagi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Nayef untuk pembicaraan di istananya.

“Izin Kongres AS bahwa tuntutan hukum bisa dibuka melawan Arab Saudi atas serangan 9/11 sangat disayangkan,” kata Erdogan dalam pidato pembukaan parlemen.

“Ini bertentangan dengan prinsip pertanggungjawaban pidana individu untuk kejahatan. Kami berharap langkah palsu ini akan dipulihkan secepat mungkin,” tambahnya.

Keluarga korban 9/11 berkampanye untuk hukum ini karena yakin pemerintah Arab Saudi memiliki andil dalam serangan yang menewaskan hampir 3.000 orang tersebut.

Lima belas dari 19 pembajak adalah warga Saudi, namun keterkaitan mereka dengan pemerintah tidak terbukti. Pemerintah Saudi membantah hubungan apapun dengan komplotan.

Obama menyebut RUU Jasta sebagai sebuah “preseden yang berbahaya” sementara Arab Saudi memperingatkan RUU tersebut memiliki “konsekuensi bencana.”

Kunjungan oleh putra mahkota Saudi ke Ankara adalah tanda terbaru dari hubungan yang berkembang antara Turki dan Arab Saudi, dua kekuatan Muslim Sunni yang sama-sama mendukung kelompok oposisi yang berjuang melawan Presiden Bashar al-Assad di Suriah.

Erdogan mengatakan kepada Nayef pada hari Jumat bahwa hubungan kedua Negara yang semakin luas “menawarkan kesempatan untuk stabilitas regional dan global”, kata kantor berita Anadolu.

Nayef mengatakan Riyadh senang bahwa kedua negara “memiliki pemikiran yang sama pada semua masalah.”

Erdogan juga menganugerahkan medali negara tertinggi kedua bagi warga negara asing pada Nayef, Orde Republik (the Order of the Republic).

Presiden Turki awal tahun ini juga mendukung Arab Saudi dalam krisis diplomatik dengan Iran atas eksekusi Riyadh terhadap tokoh Syiah terkemuka Sheikh Nimr al-Nimr pada bulan Januari.(DP)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==