Takfiri dan Kafir

Islampena - Dalam Islam, Allah mengharamkan kaum Muslim dipimpin oleh orang kafir, ini kesepakatan ulama, tanpa ada perselisihan, dalilnya jelas, penunjukannya pasti.

Ketika Allah mengharamkan pemimpin kafir, Allah pasti juga memberi definisi, yaitu batasan dan penjelasan, tentang siapa dan kapan seseorang bisa menjadi kafir.

Yang paling jelas, dalam surat Al-Bayyinah ayat 6, yang disebut Kafir yaitu 1) ahli kitab (yahudi, nasrani) dan 2) orang musyrik (selain ahli kitab, selain Muslim).

Sedang, saat seseorang sudah bersyahadat, maka dia Muslim, dan bila sudah Muslim, maka dia hukum asalnya dipercaya oleh Muslim lainnya, kita berprasangka baik baginya.

Takfiri dan Kafir


Karena itulah Rasulullah melarang seorang Muslim mengambil hak Muslim yang lain, terutama dalam 2 hal, yaitu dalam darah, harta, dan kehormatan.

Misalnya, Rasulullah mengingatkan dengan keras, jangan sampai Muslim yang satu menuduh saudaranya yang beriman dengan kata "kafir", berat sekali tanggungannya.

Pesan Nabi, "Apabila ada seseorang yang mengkafirkan saudaranya (seiman) maka salah satu dari keduanya akan tertimpa kekufuran" - HR Muslim.

Maka seorang Muslim akan sangat berhati-hati bila melabeli saudaranya seiman dengan kata-kata "Kafir" atau "Musuh Allah", sebab bila salah, berat baginya.

Namun ada pemahaman yang mudah mengkafirkan saudaranya Muslim, pemahaman inilah yang disebut takfiri, mudah menebar label "Kafir" pada saudara seiman.

Padahal "Iman" dan "Kafir" bedanya sangat jauh, harus ada bukti yang benar-benar pasti saat kita mengatakan seorang Muslim adalah "Kafir".

Beda dengan ahlu kitab dan orang musyrik, maka mereka adalah kafir sebab Allah sudah menerangkan seperti itu adanya. Lihat lagi surah Al-Bayyinah ayat 6, jelas sekali.

Maka aneh jika ada yang mengatakan "Jangan mudah menilai orang kafir, dasar lu takfiri!", padahal yang dimaksud adalah ahlu kitab, yang Allah sudah jelaskan.

Jelas ya, takfiri itu pemahaman yang mudah mengkafirkan sesama Muslim. Jika melabel kafir pada yang tidak beriman. Itulah yang sudah ditulis dalam Al-Qur'an bagi kita.

Maka kita ulangi, haram hukumnya pemimpin kafir, pemimpin itu wajib Muslim, dan wajib yang menerapkan hukum Allah, berdasar Kitabullah dan Sunnah.

*Felix Siauw
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==