Parah! Sudah dibunuh, jasad Nadya diperkosa juga

Mahasiswa News | Tindak kekerasan yang dilakukan oleh Hafidh Misbah Faisal atau Bogel terbilang sadis. Tidak hanya membunuh korbannya, Nadya Bella Anggreani (19) tetapi juga melakukan pemerkosaan.

Pria warga Kelurahan Telogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu membawa korban ke TKP yang memang sepi dan jauh dari perkampungan. Apalagi perbuatan itu dilakukan pada malam menjelang dini hari, Sabtu (27/8/2016).

Sebelumnya: Sadis! Karena Tolak Cinta, Mahasiswi UMM ini Dibunuh

Kepada penyidik, Bogel mengaku sakit hati dengan perkataan korban yang menghinanya saat berada di kafe, beberapa jam sebelumnya. Karena itu mengajaknya ke pinggiran sawah untuk meluapkan kemarahannya.

Bogel mengaku memerkosa korbannya setelah dalam kondisi meninggal dunia. Korban dibunuh dengan cara dicekik, karena melakukan perlawanan akhirnya dihempaskan ke pematang sawah. Melihat kondisi korban yang masih hidup, korban kemudian kembali dicekik hingga meninggal dunia.

Kesadisan Bogel berlanjut dengan melakukan pemerkosaan yang diduga korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Setelah disetubuhi, setelah puas dihempaskan ke saluran irigasi dengan ditutupi daun-daun di situ," kata AKP Adam Purbantoro, Kasatreskrim Polres Malang di Kepanjen, Jumat (2/9/2016).

Parah! Sudah dibunuh, jasad Nadya diperkosa juga



Kata Adam, pengakuan tersebut masih harus dilengkapi dengan bukti autopsi yang masih dalam proses. Autopsi masih dilakukan oleh dokter Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Wakapolres Malang, Kompol Deky Hermansyah mengungkapkan, Satreskrim telah bekerja cepat mengungkap kasus kematian Bella. Tidak butuh waktu lama dari sejak ditemukan jasad korban tanpa identitas, Kamis (1/9/2016).

"Kasusnya masih terus didalami, melalui tahapan-tahapan," katanya.

Atas perbuatannya, kata Deky, pelaku diancam dengan pasal pembunuhan berencana. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman minimal seumur hidup.

"Kita jerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana. Anda tahu kan ancamannya, minimal seumur hidup, maksimalnya hukuman mati," katanya.




Sumber: merdeka
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==