Meski Mahasiswa Menolak, Jusuf Kalla Tetap Terima Gelar Doktor Honoris Causa

Mahasiswa News Meski mendapat penolakan dari mahasiswa, Rapat Senat Terbuka Penganugerahan Gelar Doktor kehormatan Honoris Causa (HC) kepada Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla (JK) tetap berlangsung di Auditorium Universitas Andals (Unand), Senin (5/9/2016) . Acara ini dihadiri oleh Senat Guru Besar Unand, Rektor dan Pembantu Rektor Unand, seluruh Civitas Akademika Unand, dan tamu undangan. Penganugerahan Gelar Doktor tersebut berdasarkan usul dari tiga tokoh promotor yakni Saldi Isra, Todung Mulya Lubis, dan Elwi Danil.

Sebelumnya: Tolak Gelar Doktor Wapres, Unand Mencekam

Saldi Isra, dalam pidatonya menjelaskan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 21 Tahun 2013, Gelar Doktor Kehormatan merupakan gelar kehormatan yang diberikan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kepada seseorang yang dianggap telah berjasa atau berkarya dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial, budaya, dan berjasa dalam bidang kemanusiaan atau kemasyarakatan.

 Jusuf Kalla Terima Gelar Doktor Honoris Causa


"Berdasarkan persyaratan sosok yang dapat diberikan Gelar Doktor Kehormatan tersebut telah dipenuhi oleh JK yang telah memberikan peran penting dan bermanfaat bagi kemajuan atau kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia,’’ jelas Ahli Hukum Tata Negara Indonesia ini.

Di samping itu, Wapres JK dalam pidatonya mengucapkan terimakasihnya atas kepercayaan Rektor Unand, Pembantu Rektor, Senat Guru Besar, beserta seluruh civitas akademika yang telah memberikan anugerah gelar Doktor Honoris Causa kepadanya.

Selanjutnya, JK mengatakan jika pemimpin sudah dijadikan teladan, maka rakyat tanpa diminta pasti dengan sendirinya akan ikut secara ikhlas. Bentuk manajemen apa pun yang diterapkan, bila kualitas pemimpin dan kepimpinan berubah-ubah sesuai arah angin, maka manajeman tersebut pasti akan gagal.

‘’Popularitas pemimpin itu sangat penting, tetapi lebih penting lagi adalah kualitas serta pengetahuan tentang ciri daerah masing-masing. Jika di Sumatera Barat (Sumbar) tentu memahami dan menghayati,’’ tutur orang nomor dua yang berasal dari Sulawesi Selatan ini.

Gelar Kehormatan Doktor HC ini merupakan gelar kedelapan yang didapatkan oleh JK. Sebelumnya JK pernah mendapatkan gelar HC dari Universitas Malaya, Malaysia (2007), Universitas Soka, Jepang (2007), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung (2011), Univesitas Hasanuddin, Makassar (2011), Universitas Brawijaya, Malang (2011), Universitas Indonesia, Depok (2013), Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh (2015), dan Universitas Andalas, Padang (2016). (rit)

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==