Jangan lakukan 7 hal ini, kalau ga mau dicap Bocah Ingusan di Kampus

Oleh: 
Windy Noveli
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta


Mahasiswa News | Masih ingat rasanya dianggap tidak bisa melakukan apa-apa sewaktu kecil. Kalau ingat pasti jengkel, ketika orang di sekitar menganggap kita sebagai bocah ingusan yang tidak bisa apa-apa. Usut punya usut, anggapan bocah ingusan ternyata masih bisa melekat terus sampai usia sekolah bahkan kuliah. Maka dari itu, kenali tujuh alasan kenapa seorang mahasiswa masih bisa disebut sebagai bocah ingusan.


Ilustrasi (Merdeka)



1. Selalu pilek dan ngeluarin ingus

Manusia begitu bermacam-macam bentuk fisik dan kelakuannya. Ada dari mereka yang punya penyakit pilek menahun. Akibatnya ingus selalu turun keluar dari lubang hidung. Untuk menyamarkan ingus yang terus meler, mahasiswa ingusan biasanya merokok dan dikeluarkan lewat hidung. Ingus yang keluar jadi tersamar deh.

2. Tidak punya rencana dalam hidup

Seseorang yang punya tujuan hidup akan selalu terlihat keren. Ia memiliki target yang harus dikejar dan akan berusaha melakukan apapun agar tujuan hidupnya tercapai. Beda dengan mahasiswa yang tak punya tujuan hidup, misalnya setelah wisuda bingung mau ngapain. Akhirnya nganggur main kesana-kemari nyusahin orang lain.

3. Enggak paham artinya tepat waktu

Bocah ingusan itu tidak bisa menghargai waktu. Ia selalu molor alias kebiasaan menganut jam karet. Mahasiswa yang menganut jam karet bisa dianggap sebagai bocah ingusan. Soalnya dia tidak bisa menghargai waktu yang diberikan oleh orang lain.

4. Tidak punya pendirian

Seseorang dianggap dewasa kalau ia punya pendirian. Bila tidak punya, otomatis dianggap bocah ingusan. Orang yang tidak punya pendirian akan mudah terombang-ambing kesanakemari. Mau ngapain aja cuman ngikut suara terbanyak. Kalau ditanya suatu hal hanya bisa senyam-senyum dan tidak bisa menjawab. Persis seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa.

5. Keseringan bilang maaf

Maaf digunakan untuk mengakui kesalahan yang telah dilakukan. Maka berulang kali mengucapkan maaf sama saja melakukan banyak kesalahan. Orang yang tidak bisa melakukan hal dengan benar, sama saja seperti anak kecil yang tidak bisa melakukan apa-apa. Tidak bisa mengemban tugas dan tanggung jawab.

6. Menganggap dirinya selalu benar dan orang yang tahu apa saja

Salah satu ciri bocah ingusan adalah tidak mau salah alias selalu benar dan maunya menang sendiri. Nah kalau kamu punya sifat seperti ini, maklum saja kamu masih dianggap bocah ingusan. Hidup itu harus seimbang, ada kalanya benar dan ada kalanya juga salah. 7. Berusaha menjadi orang lain yang sebenarnya bukan dirimu sendiri

7. Berusaha menjadi orang lain yang sebenarnya bukan dirimu sendiri

Banyak orang memalsukan kepribadiannya agar bisa diterima bergaul dengan lingkungan yang diinginkan. Kita mengenalnya dengan istilah “sok”. Bisa jadi sok kaya, sok pintar, sok gaul, dan sebagainya. Orang lain di kampus pasti tahu dengan polah orang demikian. Orang yang “sok” itu njengkelin dan bakal dijauhi karena dianggap bocah ingusan.

Mahasiswa masuk kampus untuk belajar mempersiapkan diri menghadapi dunia luar. Maka sebisa mungkin haruslah berlatih untuk dewasa. Kalau sikapnya masih kayak bocah ingusan ya siap-siap aja dihina dan dijauhin orang-orang.

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==